Kabar Haji

Perkuat Pengawasan Haji 2026, Itjen Kemenhaj dan Kemenag Jalin Sinergi

MONITOR, Jakarta – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Haji dan Umrah RI menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan Itjen Kemenag dalam memperkuat pengawasan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Hal ini terungkap dalam kunjungan Irjen Kemenhaj RI, Dendi Suryadi ke kantor Itjen Kemenag yang disambut langsung oleh Irjen Kemenag Khairunas.

Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pengawasan. Dendi menegaskan kesiapan Itjen Kemenhaj RI untuk belajar dan bersinergi dengan Itjen Kemenag.

“Kami datang untuk belajar dan bersinergi. Pengalaman pengawasan yang dimiliki Itjen Kemenag menjadi referensi penting bagi kami dalam memperkuat pengawasan penyelenggaraan haji,” kata Dendi mengawali pertemuan dengan jajaran Itjen Kemenag di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat koordinasi, berbagi praktik baik pengawasan, serta membangun pola kerja bersama dalam mengawal penyelenggaraan haji 2026 agar berjalan aman, tertib, dan berintegritas.

Irjen Kemenhaj menambahkan Presiden memberikan mandat langsung ke Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah bahwa tidak boleh ada kecurangan satu rupiah pun di Kemenhaj.

“Ini harus menjadi perhatian bersama dari seluruh jajaran di Kemenhaj,” tandas Dendi.

Sementara itu Irjen Kemenag Khairunnas mengatakan penyelenggaraan haji merupakan agenda nasional yang kompleks, melibatkan banyak proses strategis sejak tahap persiapan di dalam negeri hingga layanan di Arab Saudi. Pengawasan, lanjut Khairunnas, harus dilakukan secara menyeluruh, terencana, dan berbasis mitigasi risiko.

“Pengawasan haji tidak bisa dilakukan secara parsial. Mulai dari persiapan embarkasi, akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga kontrak-kontrak strategis di Arab Saudi, semuanya harus dikawal agar potensi risiko dapat dicegah sejak awal,” ujar Khairunnas.

“Keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga dari terjaganya integritas tata kelola dan kepuasan jemaah,” tutupnya.

Recent Posts

Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan…

30 menit yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri melalui Layanan Sertifikasi Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat langkah strategis dalam mempercepat transformasi industri nasional yang…

2 jam yang lalu

Program Pendampingan Pertapreneur Aggregator Diklaim Sukses Dongkrak Pendapatan UMK

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat dukungannya bagi usaha mikro dan kecil (UMK) melalui…

2 jam yang lalu

Komisi I DPR Kutuk Serangan Israel terhadap Prajurit TNI di Lebanon

MONITOR, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengutuk keras serangan…

7 jam yang lalu

Sidang Perdana Korupsi Satelit Navayo Digelar di Jakarta, Tiga Terdakwa Dihadapkan ke Pengadilan Militer

MONITOR, Jakarta - Sidang perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan satelit Navayo…

7 jam yang lalu

Pemerintah Klaim Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global

MONITOR, Jakarta - Sektor manufaktur nasional kembali menunjukkan ketahanannya di tengah ketidakpastian kondisi global seperti…

10 jam yang lalu