PARLEMEN

DPR Dukung Perikanan Budi Daya Jadi Pilar Swasembada Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta – Komisi IV DPR RI menegaskan komitmennya mendukung penguatan sektor perikanan budi daya sebagai salah satu pilar utama swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Curug Barang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kemarin.

Kunjungan kerja yang dihadiri jajaran Komisi IV DPR RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta pembudidaya ikan ini bertujuan meninjau langsung kondisi balai serta memperkuat sinergi dalam pengembangan perikanan budi daya berbasis potensi daerah.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menyampaikan bahwa Kabupaten Pandeglang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya ikan air tawar. Kualitas sumber air yang baik dan ketersediaan lahan menjadi modal penting dalam mendorong peningkatan produksi ikan, seperti komoditas nila dan lele.

“KKP akan terus mendorong penguatan kebijakan perikanan budi daya dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar potensi ini dapat dimaksimalkan. Ke depan, nila dan lele akan menjadi salah satu komoditas andalan dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis,” ujar Dirjen Tebe dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (24/1).

Terkait aspek pendukung produksi, Tebe menyampaikan bahwa KKP terus melakukan langkah-langkah perbaikan, termasuk dalam penguatan sistem penyediaan pakan. Berbagai masukan dari Komisi IV DPR RI, pemerintah daerah, dan pembudidaya menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan ke depan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menegaskan bahwa perikanan budi daya memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Budidaya ikan merupakan sektor yang sangat prospektif. Selain mudah dikembangkan di berbagai wilayah, ikan juga memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Yohan.

Komisi IV DPR RI juga mendorong penguatan sinergi antara KKP, pemerintah daerah, dan Badan Gizi Nasional agar ikan dapat menjadi bagian konsisten dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Di sisi lain, Kepala BBIAT Curug Barang Pandeglang, Erwin Damayanto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan DPR RI serta KKP. Ia berharap sinergi ini dapat mempercepat pengembangan perikanan budi daya di Pandeglang sekaligus memperkuat perannya sebagai daerah penyangga kebutuhan ikan nasional.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan penguatan budidaya perikanan nasional untuk menopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, produktivitas budidaya perikanan untuk mengurangi penangkapan ikan di alam sehingga populasinya bisa terjaga. 

Recent Posts

Jasa Marga Optimalkan Respons Real-Time melalui One Call Center 133

MONITOR, Jakarta - Menjelang mobilitas masyarakat yang diprediksi akan meningkat pada periode libur sekolah pada…

5 jam yang lalu

PHK Capai 23 Ribu Orang, Komisi IX DPR Singgung Program JKP Harus Jadi Instrumen Perlindungan Pekerja

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya…

5 jam yang lalu

Bantu Daerah dengan Fiskal Lemah, Legislator Dorong Anggaran PPPK Penuh dan Paruh Waktu Dibiayai APBN

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin mendorong agar Pegawai Pemerintah dengan…

6 jam yang lalu

Kemenperin Siapkan Talenta Industri 4.0 Menuju WorldSkills ASEAN 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian proaktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri sebagai fondasi…

7 jam yang lalu

Sambut Baik Moratorium SPPG Baru, Waka Komisi IX DPR Dorong Transformasi Dapur MBG Berbasis Sekolah

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris menyambut baik keputusan Badan Gizi…

7 jam yang lalu

Komisi VIII DPR Dukung Aturan Tegas Blokir Konten LGBT di Media Sosial

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, memberikan respons positif dan…

9 jam yang lalu