Menhaj RI, Irfan Yusuf. (Foto: kemenhaj.go.id)
MONITOR, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan pentingnya perubahan mindset dan penguatan integritas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. Hal ini disampaikan Menhaj saat memberikan arahan dalam kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Haji dan Umrah RI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Dalam sambutannya, Menhaj menegaskan bahwa pembentukan kementerian baru ini menuntut cara kerja yang lebih profesional, efektif, dan kolaboratif. Ia menginstruksikan agar pola lama yang lamban dan sektoral segera ditinggalkan demi menciptakan birokrasi yang lebih lincah dan berorientasi hasil.
“Integritas adalah fondasi utama. Penyelenggaraan haji dan umrah adalah amanah suci yang dititipkan negara dan umat. Tidak boleh ada ruang bagi penyimpangan atau konflik kepentingan yang mencederai kepercayaan publik,” tegas Menhaj, Senin (19/1/2026).
Agar mampu memberikan layanan yang terbaik kepada jemaah haji, Menhaj mengatakan seluruh kebijakan harus bermuara pada kemudahan, kepastian, kenyamanan, dan keselamatan jemaah sebagai wujud kehadiran negara.
ASN Kemenhaj, sambung Menhaj, juga wajib meningkatkan kompetensinya dalam bidang teknis, manajerial, dan digital.
“Transformasi digital ini penting sekali, maka dari itu kami ingin adanya penguatan tata kelola melalui sistem digital yang terintegrasi mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban untuk membangun governance yang lebih baik,” terang Menhaj.
Menhaj pun mengingatkan bahwa setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji bersifat krusial, mulai dari pelunasan biaya haji hingga kesiapan petugas di lapangan.
“Setiap tahapannya harus dipahami sebagai satu rangkaian proses yang tidak terpisahkan. Kelalaian kecil dapat berdampak besar pada citra negara,” ujarnya.
Menutup arahannya, Menhaj mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan tugas ini sebagai ladang ibadah yang dijalankan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Dengan komitmen bersama, diharapkan penyelenggaraan haji dan umrah ke depan akan semakin transparan, akuntabel, dan memenuhi harapan seluruh umat.
MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…
MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…
MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…
MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…
MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…