Sabtu, 17 Januari, 2026

Menag Harap UIN Ambon Jadi Pelopor Ilmu di Indonesia Timur

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji. Menag juga memberikan kuliah umum dengan tema Implementasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi dalam Mewujudkan Masa Depan Maluku yang Damai, Adil, dan Berkeadaban.

Menteri Agama menaruh harapan besar, UIN A.M. Sangadji Ambon dapat menjadi pelopor perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di wilayah Indonesia Timur. Mahasiswa diajak untuk cerdas membaca perkembangan zaman, agar mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

“Saya berharap, UIN Ambon ini dapat menjadi salah satu pelopor ilmu pengetahuan di Indonesia Timur. Untuk para mahasiswa, rajinlah membaca, bukan cuma membaca kitab, tapi juga membaca perkembangan zaman dan teknologi,” ungkap Menag di depan para civitas akademika UIN A.M. Sangaji, Jumat (16/1/2026).

Menag juga menegaskan pentingnya memperkuat nasionalisme. Menurutnya, semangat nasionalisme menjadi benteng utama dalam mempertahankan keutuhan Indonesia dari berbagai ancaman, termasuk dinamika geopolitik internasional.

- Advertisement -

“Saat ini sedang ramai diperbincangkan soal dinamika geopolitik internasional, hanya nasionalisme yang mampu menjadi pegangan kita. Mari kita bangun nasionalisme itu mulai dari Ambon,” ungkap Menag.

Selain itu, Menteri Agama menekankan pentingnya implementasi ekoteologi. Pendekatan keagamaan dinilai memiliki peran strategis dalam upaya penyelamatan lingkungan, karena nilai-nilai agama mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga alam sebagai amanah Tuhan.

Sementara itu, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Agama atas peresmian perubahan status kampus dari IAIN menjadi UIN. Ia juga berharap kampus keagamaan saudara mereka di Ambon, yaitu IAKN Ambon, dapat segera menyusul menjadi universitas.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Maluku juga menyampaikan harapan agar IAKN Ambon dapat segera bertransformasi menjadi universitas guna memperkuat pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Maluku.

“Kami berharap dan meyakini, dengan kehadiran 2 perguruan tinggi keagamaan dalam bentuk universitas, akan memperkuat pengembangan pendidikan tinggi keagamaan dalam mencetak generasi unggul, sekaligus menjadi simbol nyata harmoni, toleransi dan keberagaman yang terus dirawat di tanah Ambon ini,” harap Hendrik.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama menandatangani empat prasasti, yaitu prasasti peresmian transformasi UIN A.M. Sangadji Ambon, prasasti peresmian Gedung Pendidikan Terpadu UIN A.M. Sangadji Ambon, prasasti pengukuhan gandong antara UIN A.M. Sangadji Ambon dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, serta piagam digitalisasi arsip, dokumen, dan perpustakaan digital IAKN Ambon.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman bibit pohon di lingkungan kampus sebagai bentuk implementasi nyata ekoteologi sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Turut hadir Anggota DPD RI Dapil Maluku Nono Sampono, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Staf Ahli Menteri Agama Andi Salman Manggalatung, Kepala Kanwil Kemenag Maluku Yamin, Wali Kota Ambon Boldewin Melkias Wattimena, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon Abidin Wakano, dan Rektor IAKN Ambon Yance Z. Rumahuru.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER