Senin, 12 Januari, 2026

HAB-80 di Wonogiri, Menag Sebut Jalan Sehat Lintas Iman Wujud Keindonesiaan

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas ribuan peserta Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk memperkuat tali persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

Menag menegaskan bahwa agenda ini merefleksikan wujud nyata dari “Keindonesiaan yang sejati”. Ia mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai latar belakang agama dan etnis yang membaur tanpa sekat.

​”Kehadiran seluruh komponen umat beragama dan berbagai etnis di sini mencerminkan keindahan Indonesia. Indonesia adalah rumah besar yang menaungi keberagaman etnis, agama, dan kepercayaan kita,” ujar Menag. 

​Bagi Menag, partisipasi masyarakat lintas iman di Wonogiri merupakan bukti empiris bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa.

- Advertisement -

​”Melalui momentum ini, kita tidak hanya merayakan perbedaan, tetapi sesungguhnya kita sedang merayakan kebersamaan dan keindonesiaan yang sejati,” tegasnya.

​Indeks Kerukunan Tertinggi dalam Sejarah

​Pada kesempatan tersebut, Menag juga memaparkan capaian strategis terkait kondisi kerukunan nasional. Ia mengungkapkan bahwa stabilitas kerukunan di Indonesia terus menunjukkan tren positif yang signifikan.

​”Kita patut bersyukur, Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2025 tercatat sebagai yang terbaik sepanjang sejarah bangsa Indonesia,” ungkap Menag.

​Capaian ini, menurut Menag, adalah hasil sinergi seluruh aparatur Kementerian Agama, instansi terkait, serta kedewasaan masyarakat dalam merawat toleransi. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mempertahankan prestasi tersebut di tahun 2026 melalui program-program penguatan moderasi beragama yang lebih terukur.

​Menutup arahannya, Menag mendoakan Kabupaten Wonogiri tumbuh menjadi wilayah yang semakin maju dengan fondasi keagamaan yang kuat.

​”Mari bersama-sama kita wujudkan Wonogiri sebagai kota yang bersih, sejuk, sejahtera, dan yang terpenting, religius,” pungkasnya.  

​Aksi Nyata untuk Umat

​Di sela-sela rangkaian kegiatan, sebagai wujud komitmen kementerian dalam memberdayakan ekonomi umat, Kemenag juga menyerahkan bantuan Zakat Produktif. Bantuan tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas sumur bor guna penyediaan air bersih warga di Kampung Zakat. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, fasilitas ini juga ditujukan untuk mendukung keberlangsungan UMKM, khususnya guna mengoptimalkan irigasi lahan pertanian masyarakat setempat. Masing-masing bantuan tersebut diserahkan dengan nilai sebesar Rp30 juta.

​Turut hadir mendampingi Menag dalam kegiatan ini antara lain Wakil Bupati Wonogiri, Dirjen Bimas Buddha, Staf Khusus Menteri Agama, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan peserta ditandai secara simbolis dengan pengibaran bendera start oleh Menteri Agama.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER