Sesditjen Pendis serahkan bantuan di MAN 1 Langkat. (dok: kemenag)
MONITOR, Jakarta – Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama hari ini menyalurkan bantuan pascabanjir untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat. Bantuan berupa uang Rp170 juta itu digunakan untuk penyediaan sarana prasarana pendidikan.
Bantuan diserahkan Sesditjen Pendidikan Islam Arskal Salim kepada Kepala MAN 1 Langkat Sugiono. Hadir, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Langkat, Ainul Aswad.
“Kami hadir membawa empati, membawa kepedulian, untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Meski madrasah ini secara fisik tidak terdampak, namun peran madrasah sangat besar sebagai pusat pengungsian dan layanan kemanusiaan,” ujar Arskal Salim di Langkat, Rabu (7/1/2026).
Arskal mengapresiasi peran MAN 1 Langkat yang telah menjadi lokasi pengungsian bagi ratusan hingga ribuan warga. Madrasah terbukti tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga pusat ketahanan sosial masyarakat saat krisis.
“Madrasah telah menjadi ruang aman, tempat berlindung, dan simbol kepedulian. Ini bukti nyata bahwa madrasah adalah bagian penting dari solusi,” tambahnya.
Sesditjen Pendidikan Islam juga berpesan tentang ekoteologi dan cinta lingkungan. Menurutnya, bencana alam menjadi pengingat mahal bahwa kelalaian terhadap lingkungan akan berdampak serius bagi kehidupan manusia.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Langkat, Ainul Aswad, melaporkan, dampak banjir di wilayahnya sangat luas. Sedikitnya 13 kecamatan terdampak, dengan 70 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 101 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 4 Madrasah Aliyah (MA), serta puluhan pesantren dan kantor urusan agama (KUA) mengalami dampak langsung.
“Pengungsi di MTsN Besitang mencapai hampir 600 jiwa, sementara di MAN 1 Langkat sekitar 1.000 jiwa. Madrasah menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat,” ungkap Ainul Aswad.
Kepala MAN 1 Langkat Sugiono menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi madrasah, mengingat dampak banjir telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan dukungan dari Kementerian Agama RI. Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya demi kelancaran dan peningkatan kualitas pendidikan di MAN 1 Langkat,” ungkapnya.
Dia berharap perhatian kantor pusat Kementerian Agama membangkitkan semangat warga terdampak dalam menjalankan aktivitas pendidikan secara optimal.
MONITOR, Jakarta - Tawa anak-anak terdengar di sudut Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Di tengah…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Haji (Kemenhaj) berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan dan meningkatkan akuntabilitas…
MONITOR, Jakarta - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terus melakukan harmonisasi dan menyerap aspirasi publik…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 51 Tahun 2025 tentang…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga persatuan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa…