NASIONAL

KPK Apresaisi Peran Kementerian Agama dalan Pencegahan Korupsi

MONITOR, Tangerang Selatan – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ibnu Basuki Widodo menegaskan peran penting Kementerian Agama dalam pencegahan tindak pidana korupsi, khususnya melalui pendekatan pendidikan dan penguatan integritas. KPK mengapresiasi peran yang telah dimainkan Kemenag dalam pencegahan korupsi.

Hal tersebut disampaikan Ibnu saat menjadi pemateri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama yang digelar di Atria Hotel Tangerang, Selasa (16/12/2025). Dalam Rakernas bertema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” tersebut, Ibnu Basuki Widodo membawakan materi berjudul “Strategi Trisula Pencegahan Korupsi Bidang Keagamaan”.

Rakernas dibuka oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga memberikan arahan bertajuk “Strategi Implementasi Asta Cita melalui Program Prioritas Kementerian Agama Tahun 2025–2029”, serta dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenag, para direktur jenderal, dan jajaran eselon.

Ibnu Basuki awalnya memperkenalkan strategi trisula pemberantasan korupsi, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Ia lalu menekankan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis terutama pada aspek pendidikan dan pencegahan. Ia mengapresiasi Kemenag yang telah melaksanakan pendidikan antikorupsi di ribuan satuan pendidikan.

“Sudah ribuan madrasah dan sekolah di bawah Kementerian Agama yang melaksanakan pendidikan antikorupsi. Ini luar biasa,” ungkapnya di Tangerang Selatan, Selasa (16/12/2025).

Ibnu juga menyoroti peran penyuluh agama, guru, dan penghulu sebagai agen pendidikan antikorupsi di masyarakat. “Tidak perlu menyebut pasal. Cukup menanamkan nilai hidup sederhana, jujur, dan sesuai penghasilan. Itu sudah pendidikan antikorupsi,” katanya.

Ia turut menyampaikan bahwa Kemenag bersama KPK telah menyusun dan meluncurkan buku antikorupsi dari perspektif keagamaan pada 9 Desember 2025 di Yogyakarta. Selain itu, Ibnu mengungkapkan capaian Indeks Integritas Kementerian Agama yang berada di atas rata-rata nasional.

“Nilai Kementerian Agama 72,63, lebih tinggi dari rata-rata nasional 72,32. Ini baik, tetapi tetap harus waspada dan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ibnu juga menguraikan penyebab pejabat tergelincir ke dalam praktik korupsi yang dikenal dengan konsep fraud pentagon, yakni rasionalisasi, arogansi, kapabilitas, kesempatan, dan tekanan. “Banyak orang membenarkan perbuatannya sendiri. Dicarikan alasan pembenar, padahal itu tetap korupsi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tekanan tidak hanya datang dari sistem atau atasan, tetapi juga bisa berasal dari lingkungan keluarga. “Pengaruh keluarga itu luar biasa. Ada istri yang justru menyadarkan suaminya agar cukup dengan penghasilan yang halal dan hidup tenang,” tuturnya.

Ibnu lalu mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menanamkan sembilan nilai integritas antikorupsi, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. “Dari sembilan nilai integritas ini, insya Allah kita akan menjadi lebih baik dan mampu mencegah korupsi mulai dari diri sendiri,” pungkasnya.

Recent Posts

Pengangguran Banten Tinggi, DPR Dorong Pendidikan Link and Match

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi mendorong adanya solusi komprehensif melalui…

1 menit yang lalu

KKP Pastikan Stok Ikan Aman dan Harga Stabil Hingga Lebaran

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan ikan nasional dalam kondisi aman…

59 menit yang lalu

Jasa Marga Dukung UMKM Binaan Tembus Pasar Global di Inacraft 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro,…

2 jam yang lalu

Kemenag Pastikan TPG Lulusan PPG 2025 Cair Jelang Lebaran

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memenuhi hak tunjangan profesi guru (TPG) bagi…

3 jam yang lalu

Kemenperin Targetkan Industri Keramik Indonesia Tembus Empat Besar Dunia

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing industri keramik nasional…

4 jam yang lalu

Wamenag: Belajar Islam Juga Harus Kuasai Sains dan Teknologi

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memberi pesan khusus kepada para…

7 jam yang lalu