NASIONAL

Hadapi Krisis Global, JMM ajak Elemen Bangsa Perkuat Solidaritas Nasional

MONITOR, Jakarta – Jaringan Muslim Madani (JMM) mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memperkuat ukhuwah, persatuan, dan solidaritas kebangsaan dalam menghadapi situasi global yang semakin penuh ketidakpastian akibat dinamika geopolitik internasional.

Seruan tersebut disampaikan menyusul berbagai perkembangan global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, keamanan, serta ketahanan sosial di berbagai negara, termasuk Indonesia.

JMM menilai bahwa dalam situasi dunia yang tidak menentu, persatuan nasional merupakan modal utama bangsa untuk tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global.

Direktur Eksekutif JMM Syukron Jamal dalam keterangannya kepada media menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus memperkuat semangat kebangsaan, menjaga kerukunan sosial, serta memperkokoh persaudaraan di tengah perbedaan.

“Di tengah dunia yang diliputi ketidakpastian geopolitik dan potensi krisis global, bangsa Indonesia harus memperkuat ukhuwah, solidaritas, dan persatuan. Kita tidak boleh terpecah oleh perbedaan politik, identitas, maupun kepentingan jangka pendek,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

JMM, tutur dosen UIN Jakarta itu juga menyambut baik seruan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu menjaga dan menyelamatkan masa depan bangsa.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya persatuan nasional di tengah tantangan global dan mengajak seluruh rakyat untuk bersama-sama menjaga republik.

Menurut JMM, pesan tersebut merupakan pengingat penting bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada sumber daya alam atau kekuatan ekonomi, tetapi pada soliditas rakyat dan kepemimpinan nasional yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Lebih lanjut, JMM menilai bahwa momentum bulan suci Ramadan yang segera memasuki fase akhir menuju Hari Raya Idul Fitri harus dimanfaatkan sebagai ruang rekonsiliasi sosial dan penguatan persaudaraan nasional.

“Idul Fitri adalah momentum spiritual untuk kembali kepada kesucian hati, memperkuat silaturahmi, serta meneguhkan kembali komitmen kebangsaan kita sebagai satu bangsa dan satu tanah air,” terang Syukron.

JMM juga mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, generasi muda, serta seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menjaga ketenangan sosial, optimisme nasional, dan semangat gotong royong dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu bersatu menghadapi ujian sejarah. Dengan persatuan, insya Allah Indonesia akan mampu melewati berbagai tantangan global dan tetap melangkah menuju masa depan yang lebih kuat dan berkeadilan,” pungkas Syukron Jamal.

Recent Posts

Kemenhaj Izinkan Dashboard Haji 2026 Diakses Publik untuk Perkuat Transparansi dan Akses Informasi Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) resmi menghadirkan dashboard publik penyelenggaraan ibadah…

17 menit yang lalu

Jasa Marga Dukung UMKM Binaan Tembus Pasar BUMN-Lembaga di Inabuyer B2B2G Expo 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukan komitmen Perusahaan dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil,…

26 menit yang lalu

Kemenhaj Tegaskan Pencegahan Haji Ilegal, 10 WNI Ditangkap di Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola, perlindungan…

2 jam yang lalu

Terus Berkoordinasi dengan Pemkot Tangsel, UIN Jakarta harap Pembangunan JPO Terealisasi di 2026

Tangerang Selatan - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus mematangkan koordinasi dan menunggu langkah lanjutan Pemerintah…

3 jam yang lalu

Perkuat Sinergi, LPPM UID dan UIN Jakarta Jajaki Kolaborasi Riset Strategis

MONITOR, Tangerang Selatan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Depok (UID)…

6 jam yang lalu

Inabuyer 2026 Dorong UMKM Naik Kelas lewat Akses Pasar dan Penguatan Pembiayaan

MONITOR, Jakarta - Ajang Inabuyer 2026 yang digelar di Gedung SMESCO Jakarta pada 5–7 Mei…

6 jam yang lalu