POLITIK

Syuriah PBNU Tetapkan PJ Ketua Umum, Kiai Ma’ruf Amin: Tidak Sesuai Tradisi

MONITOR, Jakarta – Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin menyayangkan langkah Syuriah PBNU yang menggelar rapat pleno dan menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU pada Selasa (10/12/2025).

Menurut Wapres RI 2019-2024 itu, tindakan tersebut berada di luar kewenangan Syuriah. “Jadi itu prihatin. Mestinya Syuriah itu mengawal konstitusi, tapi justru melanggar konstitusi,” ujar Kiai Ma’ruf dalam Vibrasi Podcast yang dikutip Media di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Kiai Ma’ruf menilai keputusan tersebut tidak mencerminkan tradisi pengambilan keputusan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia mengingatkan bahwa dalam persoalan penting, NU memiliki budaya musyawarah yang melibatkan para masyayikh dan tokoh-tokoh di luar struktur kepengurusan formal.

“Kalau orang NU itu, kalau memutuskan yang penting-penting, bukan hanya pengurus. Ada masyayikh, ada yang lain. Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dulu, kalau mau memutuskan hal penting, nanya dulu ke KH Kholil Bangkalan yang dianggap guru besar,” ujarnya.

Menurut mantan Kia Ma’ruf, keputusan Syuriah PBNU kali ini tidak mengikuti tradisi tersebut. Ia menilai seolah-olah urusan NU hanya menjadi urusan pengurus semata, tanpa melalui mekanisme kehati-hatian sebagaimana lazimnya.

“Yang dilakukan Syuriah ini enggak. Urusan NU dianggap urusannya pengurus. Itu malah tidak sesuai tradisi,” kata Kiai Ma’ruf.

Lebih jauh, ia juga mempertanyakan tuduhan pelanggaran yang disebut sebagai qath’i atau kesalahan fatal terhadap Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Menurutnya, tuduhan tersebut belum melalui proses klarifikasi yang benar sehingga belum dapat dinilai secara sah.

“Qath’i seperti apa? Ini masih dipersoalkan. Belum ditabayun, belum ditahkik. Belum melalui proses klarifikasi atau pengadilan. Karena yang menilainya juga bukan lembaga pengadilan, bukan lembaga tahkim,” ujarnya.

Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa penyelesaian persoalan internal PBNU seharusnya mengikuti mekanisme organisasi dan tradisi keulamaan, bukan melalui langkah yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Recent Posts

Menaker Minta Peserta Pelatihan Vokasi Bangun Portofolio, Bukan Sekadar Sertifikat

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) memanfaatkan pelatihan untuk…

10 jam yang lalu

Petugas JMTO Ruas Balikpapan-Samarinda Lakukan Pengamanan Lajur Imbas Karhutla

MONITOR, Samarinda - Petugas operasional PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) Ruas Balikpapan–Samarinda (Balsam) sigap menangani…

10 jam yang lalu

Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengendalian rabies di Bali melalui penyediaan vaksin,…

10 jam yang lalu

TCL Ajukan Gugatan terhadap Samsung terkait Klaim Teknologi Mini LED pada Televisi

MONITOR, Jakarta — TCL, perusahaan elektronik asal China, mengajukan gugatan terhadap Samsung di pengadilan federal…

18 jam yang lalu

UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik di BAZNAS Awards 2026

MONITOR, Jakarta - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima penghargaan kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik…

22 jam yang lalu

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

1 hari yang lalu