PARLEMEN

DPR Minta BPOM dan Aparat Tindak Produsen Jamu Nakal yang Bahayakan Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait sejumlah produk jamu asam urat yang mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya. Ia meminta BPOM bersama aparat penegak hukum untuk menindak tegas produsen jamu nakal yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Netty menegaskan, temuan tersebut menjadi peringatan penting bagi Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar semakin memperkuat komitmen terhadap keamanan obat tradisional.

“Temuan BPOM ini harus menjadi alarm bersama. Jamu seharusnya menjadi produk alami dan aman, namun jika dicampur bahan kimia obat secara ilegal justru dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” kata Netty, Senin (24/11/2025).

Diketahui, BPOM RI menemukan lima jamu asam urat berbahaya yang banyak dikonsumsi masyarakat, berdasarkan patroli selama tahun 2023 hingga triwulan I 2025. Kelima produk tersebut disebut mengandung bahan kimia obat (BKO) yang tidak sesuai aturan, sehingga dapat memicu masalah jangka panjang.

Mengutip laman BPOM RI, masing-masing BKO bisa memicu efek samping yang berbeda. Misalnya, deksametason, yang bisa meningkatkan risiko diabetes dan osteoporosis jika dikonsumsi berlebihan dan tidak sesuai aturan. Lalu sodium diklofenak yang bisa memicu masalah pada lambung, kegugupan, bengkak, hingga masalah tinitus.

Pada kasus yang lebih sensitif, BKO ini bahkan bisa memicu masalah ginjal dan hati. Adapula sildenafil sitrat yang bisa memicu masalah pencernaan, gangguan penglihatan, hingga masalah jantung.

Netty pun menyebut, penggunaan jamu yang mengandung BKO tanpa pengawasan medis juga berpotensi menyebabkan gangguan hormon hingga infeksi serius akibat penggunaan obat antiinflamasi secara tidak tepat.

“Masyarakat perlu tahu bahwa efek instan bukan berarti aman. Jamu yang terasa langsung ‘manjur’ justru harus dicurigai karena bisa saja mengandung bahan kimia obat,” jelasnya.

Apalagi, temuan ini bukan kali pertama. Pada akhir Mei lalu, BPOM pernah menindak lebih dari 100 ribu obat berbahan herbal tidak sesuai ketentuan. Obat-obat tersebut ‘dioplos’ dengan bahan kimia obat termasuk paracetamol hingga tadalafil.

Karena itu, Netty meminta agar upaya penegakan hukum terus ditingkatkan. Terutama terhadap produsen yang secara sengaja mencampur jamu dengan obat-obatan keras, yang hanya boleh diberikan melalui resep tenaga medis.

“Produsen nakal yang mencampur jamu dengan BKO harus ditindak tegas. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi menyangkut keselamatan rakyat,” tegas Netty.

Anggota komisi DPR yang membidangi urusan kesehatan itu juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jamu. Khususnya, kata Netty, di tengah maraknya produk herbal yang dijual bebas secara online maupun di pasar tradisional.

“Masyarakat harus memastikan produk sudah memiliki izin edar, tidak mengklaim khasiat berlebihan, dan tidak menawarkan hasil instan. Dampak jangka panjang jamu ilegal bisa sangat berbahaya,” ucap Legislator dari Dapil Jawa Barat VIII tersebut.

Sebagai negara dengan kekayaan tanaman obat, Netty menilai Pemerintah perlu terus mendukung industri jamu yang legal dan memenuhi standar keamanan.

“Kita punya potensi besar di sektor herbal. Pemerintah perlu terus mendorong produsen jamu yang taat aturan agar bisa berkembang menjadi produk fitofarmaka yang aman, teruji, dan berkualitas,” sebut Netty.

Netty juga mengajak pemerintah daerah, platform e-commerce, pelaku usaha, dan masyarakat bekerja sama untuk memperkuat ekosistem pengawasan obat tradisional.

“Keamanan produk herbal adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak perlu terlibat agar masyarakat terlindungi dari produk ilegal yang membahayakan kesehatan,” tutupnya.

Recent Posts

Kemnaker Siapkan Tim Khusus Tindaklanjuti Perselisihan Hubungan Industrial di PT Epson

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengawal penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan penegakan norma…

9 jam yang lalu

Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan Selama Armuzna

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara…

11 jam yang lalu

Gelar RUPST, Jasamarga Tollroad Maintenance Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Tahun Buku 2025

MONITOR, Jakarta — PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan…

11 jam yang lalu

Kemenperin Siapkan Asesor Profesional untuk Percepat Industrialisasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten…

12 jam yang lalu

Program ‘Jaga Jakarta’ jadi Model Modernisasi Keamanan, SDR Puji Kinerja Polda Metro Jaya

MONITOR, Jakarta - Program Jaga Jakarta dinilai menjadi salah satu inovasi strategis dalam modernisasi sistem…

12 jam yang lalu

Puncak Haji Armuzna Dimulai, Komnas Haji Ingatkan Risiko Jemaah Tersesat dan Serukan “Jemaah Jaga Jemaah”

MONITOR, Makkah — Pergerakan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) resmi dimulai pada…

16 jam yang lalu