POLITIK

Prof Deding Ishak apresiasi Presiden Prabowo beri Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

MONITOR, Jakarta – Tokoh Nasional yang juga guru besar Universitas Islam Nusantara (Uninus), Prof Deding Ishak memberikan apresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada Presiden Prabowo atas pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh yang telah banyak berjasa kepada bangsa negara khususnya terhadap Presiden RI ke-2 Soeharto.

“Beliau (Soeharto) sangat berjasa dan meninggalkan legacy terutama ide dan gagasan besarnya dalam ikhtiar pembangunan sebagai pengamalan pancasila dengan trilogi pembangunan,” ujar Prof Deding usai diskusi Publik “Napak Tilas Kepahlawanan H.M Soeharto Mewujudkan Pembangunan dan Stabilitas Nasional” di DPP Bapera, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

Adapun trilogi Pembangunan yang dimaksud Prof Deding yakni; Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya; Pertumbuhan ekonomi bangunan yang tinggi; dan Stabiltas nasional yang dinamis dan terjaga. Ketiga hal tersebut terang Deding Ishak selaras dengan kebijakan Asta cita presiden Prabowo.

“Trilogi Pembangunan masa Orde Baru adalah landasan kebijakan pembangunan nasional yang terdiri dari tiga pilar utama: stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan pembangunan dan hasilnya menuju keadilan sosial. Tujuan utama dari trilogi ini adalah untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan Pancasila dan UUD,” ungkapnya.

Deding menuturkan Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden Soeharto bukan tentang menafikan kompleksitas sejarah Orde Baru. Ini adalah tentang keberanian untuk menjadi bangsa yang matang—bangsa yang mampu menilai para pemimpinnya secara adil dan proporsional.

“Ini adalah tentang mengakui bahwa di balik segala kekurangannya, Soeharto adalah seorang negarawan, pejuang sejak era revolusi kemerdekaan, dan arsitek pembangunan yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi Indonesia,” ungkapnya.

“Warisan pembangunannya bukanlah isapan jempol, melainkan fakta yang tertanam di bumi pertiwi dan terukir dalam memori kolektif bangsa. Stabilitas politik yang ia ciptakan, meski dengan pendekatan otoritatif, telah memberikan ruang bagi Indonesia untuk fokus pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat—sesuatu yang sangat dirindukan di tengah turbulensi politik pasca-reformasi,” jelasnya.

Dengan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, lanjut Deding negara tidak hanya memberikan penghormatan kepada individu, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada seluruh rakyat Indonesia: bahwa kita adalah bangsa besar yang menghargai para pahlawannya, yang mampu berdamai dengan sejarahnya, dan yang siap melangkah maju menuju masa depan dengan semangat persatuan dan kebanggaan.

“Ini adalah saatnya mengakhiri polemik dan memberikan apa yang sudah sepantasnya menjadi hak sejarah bagi Jenderal Besar H. M. Soeharto,” pungkasnya.

Recent Posts

Wamenag Pastikan Masjid IKN Siap Digunakan Salat Tarawih Ramadan 2026

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i memastikan kesiapan Masjid di Ibu Kota…

1 jam yang lalu

DPR Minta Evaluasi Total BPJS PBI Agar Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh…

8 jam yang lalu

Demokrasi Digital di Madrasah: MA Al-Karimiyah Gelar Pemilihan OSIS Berbasis Website

MONITOR, Depok - Madrasah Aliyah (MA) Al-Karimiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi digital ke…

12 jam yang lalu

Perkuat Ekonomi Syariah, Menag Fokus ke Pasar Halal dan Dana Umat

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan ekonomi syariah Indonesia melalui dua…

13 jam yang lalu

DPR: Istana Kepresidenan Harus Jadi Simbol Inklusif bagi Rakyat

MONITOR, Jakarta - Komisi XIII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Istana Kepresidenan…

15 jam yang lalu

KKP Targetkan 200 Titik KNMP di Lima Provinsi Wilayah Papua

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memetakan 200 titik calon lokasi Nasional Kampung…

17 jam yang lalu