PARLEMEN

Kemhan Distribusi Jutaan Multivitamin Buat MBG, DPR Ingatkan Pentingnya Sinergi

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyambut baik langkah Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang menyalurkan 4,8 juta butir multivitamin kepada sekitar 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jakarta. Namun Nurhadi memberi wanti-wanti.

Nurhadi mengingatkan agar Kemhan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya menghargai langkah Kementerian Pertahanan yang ingin berkontribusi dalam memperkuat ketahanan kesehatan rakyat melalui distribusi multivitamin ke Dapur Makan Bergizi (MBG). Namun, semangat baik tersebut harus tetap berada dalam koridor sistem kesehatan nasional,” kata Nurhadi, Selasa (7/10/2025).

“Sebagaimana diatur oleh undang-undang dan dikoordinasikan dengan kementerian serta lembaga teknis yang berwenang, seperti Kementerian Kesehatan dan BPOM,” sambungnya.

Nurhadi menyebut distribusi obat dan vitamin bukan sekadar kegiatan logistik, tetapi menyangkut aspek keselamatan publik. Karena itu, ia mengingatkan agar setiap produk yang beredar dan dikonsumsi masyarakat harus melalui proses uji, pengawasan, dan sertifikasi yang ketat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

“Tanpa koordinasi dengan Kemenkes dan BPOM, niat baik bisa berujung pada persoalan serius di lapangan,” tegas Nurhadi.

Seperti diketahui, Kemhan menyalurkan 4,8 juta butir multivitamin kepada sekitar 100 SPPG alias dapur MBG di wilayah Jakarta pada Rabu (1/10).

Penyaluran vitamin ini merupakan bagian dari dukungan Kemhan untuk memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, sekaligus menyuplai kebutuhan prajurit TNI dalam rangka HUT ke-80 TNI.

Multivitamin bernama Vitarma ini merupakan produk Pusat Farmasi Pertahanan, Pabrik Obat Pertahanan Negara, di bawah Kementerian Pertahanan, sebagaimana keterangan kemasan kardus multivitamin itu.

Selain vitamin, Kemhan juga menyerahkan 17,4 juta butir obat kepada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Obat-obatan tersebut akan didistribusikan melalui koperasi desa dan kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh pelosok tanah air.

Pada prinsipnya, Nurhadi mendukung upaya Kemhan dalam memperkuat ketahanan kesehatan rakyat. Namun, ia menekankan pentingnya koordinasi antar kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih peran dan fungsi militer.

“Kami di Komisi IX DPR RI memandang penting adanya sinergi lintas kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih peran, apalagi pergeseran fungsi dari sipil ke militer dalam urusan kesehatan masyarakat,” jelas Nurhadi.

“Peran TNI dalam mendukung distribusi bisa saja dilakukan, tetapi sebatas dukungan logistik, bukan menggantikan fungsi teknis lembaga kesehatan,” sambung Legislator dari Dapil Jawa Timur VI itu.

Nurhadi juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi distribusi. Menurutnya, pemerintah harus membuka data penerima manfaat secara jelas, memperkuat sistem pengawasan lapangan, dan memastikan setiap rantai distribusi berada di bawah kendali lembaga yang kompeten.

“Kita belajar dari kasus-kasus sebelumnya di mana program serupa menimbulkan potensi penyimpangan, bahkan masalah kesehatan akibat produk yang belum terverifikasi,” terang Nurhadi.

Lebih lanjut, Anggota Komisi Kesehatan DPR itu mengatakan bahwa ketahanan kesehatan rakyat tidak cukup dibangun dengan program sesaat. Tapi, kata Nurhadi, harus dengan penguatan sistem kesehatan nasional yang berkelanjutan, aman, dan terpercaya.

“Maka sinergi antar-kementerian dan lembaga harus dijalankan dengan peran yang proporsional dan saling melengkapi, bukan saling tumpang tindih,” tuturnya.

“Bangsa yang kuat dimulai dari rakyat yang sehat. Itulah sebabnya saya mendorong agar setiap kebijakan yang menyangkut kesehatan masyarakat harus berbasis pada regulasi yang jelas, kajian ilmiah yang matang, dan koordinasi lintas sektor yang transparan,” pungkas Nurhadi.

Recent Posts

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

7 jam yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

22 jam yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

22 jam yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

23 jam yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

1 hari yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

1 hari yang lalu