NASIONAL

Dewan Hakim Gelar Pleno, Pemenag MQK 2025 Segera Diumumkan

MONITOR, Jakarta – Dewan Hakim Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional hari ini, Minggu (5/10/2025), menggelar rapat pleno penetapan hasil penilaian. Para pemenang lomba sudah ditetapkan dan akan diumumkan pada 6 Oktober 2025.

Pengumuman pemenang rencananya disampaikan jam 08.00 WITA di Pesantren As’adiyah, Sengkang-Wajo. “Alhamdulillah, proses rapat pleno hari ini berjalan dengan baik dan lancar, semuanya sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan,” ujar Ketua Dewan Hakim MQK, Said Agil Husin Al Munawwar.

Dewan Hakim mengapresiasi peningkatan kualitas peserta MQK 2025. Mengingat cabang yang dilombakan dalam MQK cukup banyak, Kyai Said menjelaskan bahwa sistem penilaian dilakukan secara spesifik sesuai dengan cabang masing-masing.

“Karena cabangnya banyak, sistem penilaiannya itu sesuai dengan cabangnya masing-masing. Itu semua sudah terangkum dalam sebuah buku pedoman penilaian, sama seperti pada STQ dan MTQ,” jelas Said.

Aspek yang dinilai pun sangat komprehensif, mencakup Qira’ah (membaca teks), Fahmul Kutub (pemahaman isi kitab), hingga kaidah bahasa seperti Nahwu (tata bahasa). Penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan peserta tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami isi bacaannya.

“Alhamdulillah, kami melihat ada peningkatan kualitas yang signifikan dari para peserta terkait pemahaman dan kemampuan mereka,” imbuhnya.

Dalam proses penilaian ini, Dewan Hakim menghadapi tantangan tersendiri, terutama terkait keragaman interpretasi (pemahaman) dari setiap teks oleh peserta. Said menyebut bahwa hal ini erat kaitannya dengan masalah mazhab dalam Islam.

Untuk mengatasi ini, Dewan Hakim menerapkan mekanisme penilaian yang ketat dan berlandaskan argumen. Ketika muncul keragaman makna, peserta diwajibkan untuk menyebutkan mazhab atau aliran yang mereka gunakan beserta argumentasi yang mendasarinya.

“Dalam fiqih, kami menggali apa sebab adanya perbedaan itu. Kami kemudian meminta peserta untuk memilih pendapat mana yang paling kuat dan melihat bagaimana argumentasinya,” jelasnya.

Said turut menyampaikan harapannya agar MQK ini menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi. Ia menekankan bahwa MQK adalah ajang silaturahmi yang menunjukkan kebersamaan dunia pesantren, di mana kajian kitab kuning (Turats) menjadi inti.

Ia berharap melalui pendalaman teks-teks Turats, para peserta mendapatkan pemikiran yang sempurna dan memiliki kedewasaan dalam menghadapi berbagai perbedaan.

“Tidak ada mazhab pokoknya nanti. Karena masing-masing punya wawasan, maka para peserta, anak-anak santri ini kita harapkan mempunyai juga wawasan untuk menjaga persatuan,” tegasnya.

“Kita boleh berbeda, tapi kita tidak boleh memaksa pendapatnya untuk diterima oleh orang lain tanpa ada argumentasi yang kuat,” pungkasnya.

Recent Posts

Perkuat Ekonomi Syariah, Menag Fokus ke Pasar Halal dan Dana Umat

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan ekonomi syariah Indonesia melalui dua…

24 menit yang lalu

DPR: Istana Kepresidenan Harus Jadi Simbol Inklusif bagi Rakyat

MONITOR, Jakarta - Komisi XIII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Istana Kepresidenan…

2 jam yang lalu

KKP Targetkan 200 Titik KNMP di Lima Provinsi Wilayah Papua

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memetakan 200 titik calon lokasi Nasional Kampung…

4 jam yang lalu

Sinergi Transisi SDM, Kemenag Kawal Proses Gaji Pegawai di Kemenhaj

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan telah membayarkan gaji para pegawai yang pindah ke Kementerian…

6 jam yang lalu

Sinergi TNI-Kementerian Percepat Pembangunan Huntara dan Jembatan di Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua I…

6 jam yang lalu

Biaya Haji 2026 Turun, DPR Puji Inovasi Kartu Nusuk di Embarkasi

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengapresiasi langkah inovatif pemerintah…

10 jam yang lalu