PARLEMEN

Komisi I DPR Desak Investigasi Tuntas Penembakan Diplomat Indonesia di Peru

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden penembakan yang menimpa seorang diplomat Indonesia, Zetro Leonardo Purba di Lima, Peru. Ia mendesak agar Pemerintah segera melakukan investigasi secara tuntas dan transparan.

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri RI atas gugurnya salah satu diplomat terbaik bangsa. Ini adalah duka kita bersama sebagai bangsa Indonesia,” kata Sukamta, Selasa (2/9/2025).

“Kami mendesak pemerintah Peru dan otoritas setempat untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel terhadap insiden ini,” sambungnya.

Seperti diketahui, seorang diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, Peru meninggal dunia usai menjadi korban penembakan pada Senin (1/9) malam waktu setempat.

Korban adalah Zetro Leonardo Purba (40), Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima. Sementara, penyebab dan motif mengenai penembakan tersebut hingga kini masih diselidiki.

Sukamta menegaskan bahwa penembakan terhadap diplomat merupakan tindakan yang sangat serius dan melanggar Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, yang menjamin keamanan dan keselamatan para diplomat di negara penempatan.

“Pemerintah Peru wajib memberikan perlindungan, menjamin keamanan, dan memastikan tidak ada lagi ancaman terhadap staf diplomatik Indonesia,” tegas Sukamta.

Lebih lanjut, pimpinan Komisi di DPR RI yang membidangi urusan luar negeri itu meminta Kementerian Luar Negeri RI untuk segera meningkatkan koordinasi dengan Interpol, PBB, dan otoritas keamanan Peru agar kasus ini dapat segera terungkap. Serta, kata Sukamta, mengungkap apakah insiden ini berkaitan dengan kejahatan terorganisasi, geng kriminal internasional, atau indikasi tindak terorisme transnasional.

Sukamta menuturkan, Komisi I DPR RI hari ini bertemu dengan Kemlu untuk meminta penjelasan lengkap mengenai kasus ini, termasuk langkah-langkah yang telah diambil untuk memastikan keamanan seluruh staf KBRI dan WNI di Peru, memetakan potensi ancaman keamanan dan memperkuat pengamanan fasilitas diplomatik di wilayah Amerika Latin.

“Keamanan WNI adalah prioritas utama. Kami tidak ingin insiden ini terulang, apalagi jika ada potensi keterlibatan geng kriminal internasional atau praktik korupsi di tingkat lokal yang memicu lemahnya perlindungan,” jelas Legislator dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

“Kita harus memastikan bahwa perwakilan diplomatik kita dapat menjalankan tugas dengan aman dan bermartabat. Jika ada indikasi keterlibatan geng kriminal atau kelompok terorganisasi, negara harus hadir dan tegas,” imbuh Sukamta.

Anggota Fraksi PKS tersebut juga menekankan pentingnya diplomasi kemanusiaan dan perlindungan hak-hak diplomat di dunia internasional. Sukamta pun meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah diplomatik strategis.

“Ini untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk…

4 jam yang lalu

Rusia, Victory Day, dan Mimpi Pax Russica

Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…

5 jam yang lalu

Kemenperin Dukung IKM Ambil Peran dalam Hilirisasi Industri Buah Tropis

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat program hilirisasi industri nasional yang tidak hanya menyasar…

5 jam yang lalu

Kemnaker Gelar Seleksi Kerja Penyandang Disabilitas Tuli bersama Dunia Usaha

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli melalui pertemuan langsung…

5 jam yang lalu

Ramai Polemik Guru Honorer Berakhir Pada 2026, Legislator Usul Solusi Penyelesaian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin menyoroti ramainya polemik…

9 jam yang lalu

Legislator Minta Penanganan Polemik Nobar Film di Ternate Kedepankan Dialog

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pembubaran…

9 jam yang lalu