PEMERINTAHAN

Kementerian UMKM Perkuat Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM

MONITOR, Surabaya – Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan pentingnya transformasi digital dan penguatan literasi keuangan bagi pengusaha UMKM agar mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas di era ekonomi digital.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan agar UMKM bisa tetap relevan dan berdaya saing. Untuk itu, UMKM harus memiliki akses pada literasi keuangan yang memadai, tata kelola usaha yang transparan dan akuntabel, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital,” kata Wamen UMKM Helvi Moraza dalam sambutannya pada acara pembukaan Kantor Jasa Konsultan (KJA) Gathering di Surabaya, Jumat (29/8).

Wamen Helvi menjelaskan, data nasional menunjukkan bahwa inklusi keuangan Indonesia pada 2022 telah mencapai 85 persen. Namun, indeks literasi keuangan baru berada di angka 49 persen. Menurut Wamen UMKM, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang harus dijembatani.

“Akses keuangan memang semakin luas, tetapi tanpa pemahaman yang baik, UMKM belum dapat memanfaatkannya secara optimal,” katanya.

Lebih lanjut, Wamen UMKM menekankan bahwa literasi dan inklusi keuangan berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Dengan literasi keuangan yang baik, UMKM tidak hanya mampu mengelola usahanya secara akuntabel, tetapi juga lebih mudah memperoleh akses pembiayaan, memperluas pasar, hingga menjaga daya saing jangka panjang.

Dalam konteks ini, Wamen UMKM menilai peran Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan KJA sangat strategis. Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas UMKM oleh IAI dinilai mampu memberikan fondasi tata kelola yang kredibel, sehingga UMKM semakin dipercaya oleh perbankan, investor, maupun mitra usaha.

“Kementerian UMKM dan IAI memiliki visi yang sama, jadi mari kita bersama-sama membangun UMKM yang tangguh, modern, dan berdaya saing global,” kata Wamen UMKM.

Ia juga mengajak IAI dan seluruh KJA untuk terus menjadi mitra strategis dalam meningkatkan literasi keuangan UMKM dan mendorong digitalisasi pencatatan berbasis teknologi. Kemudian diharapkan mampu memperluas kerja sama dengan lembaga keuangan maupun ekosistem usaha lainnya.

Upaya ini, lanjutnya, juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, khususnya penciptaan lapangan kerja produktif (Asta Cita 2), mewujudkan ekonomi inklusif dan berkeadilan (Asta Cita 3), serta transformasi ekonomi berbasis digital (Asta Cita 4).

“Dukungan IAI melalui KJA Gathering ini bukan hanya memperkuat profesi akuntansi, tetapi juga menjadi bagian nyata dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui jalur UMKM yang tangguh, modern, dan berdaya saing global,” kata Wamen UMKM.

Recent Posts

DPR Desak KPK Usut Tuntas Skandal Korupsi Kuota Haji 2024

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, merespons tegas penetapan mantan…

3 jam yang lalu

Jelang Ramadan, Kemenag Percepat Pemulihan Layanan Keagamaan di Aceh

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama mengawal pemulihan layanan…

6 jam yang lalu

Menteri UMKM: Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Sehatnya Ekosistem Digital

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya kolaborasi…

7 jam yang lalu

Defisit APBN 2025 Capai 2,92 Persen, Puan: Pelaksanaan 2026 Harus Lebih Disiplin

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap…

9 jam yang lalu

Menag Usul Tambah Kuota Beasiswa Kemenag di Rapat Dewan Penyantun LPDP

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama menyampaikan tiga usulan dalam Rapat Dewan Penyantun Lembaga Pengelola Dana…

10 jam yang lalu

Nyaris Sempurna, Layanan Kementerian Pertanian Kembali Dipuji KemenPAN RB

MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian kembali menorehkan capaian positif dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam Penilaian…

12 jam yang lalu