EKONOMI

Harga Tembaga dan Emas Turun, HPE Periode Awal April 2026 Ikut Terkoreksi

MONITOR, Jakarta – Pemerintah menetapkan penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) untuk komoditas konsentrat tembaga dan emas pada periode I April 2026, seiring koreksi harga logam di pasar global.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 559 Tahun 2026, HPE konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) ditetapkan sebesar USD 6.497,50 per Wet Metric Ton (WMT). Angka ini turun 4,35 persen dibandingkan periode kedua Maret 2026 yang mencapai USD 6.792,97 per WMT.

Penurunan juga terjadi pada komoditas emas. HPE emas ditetapkan sebesar USD 157.267,62 per kilogram, turun dari USD 165.118,45 per kilogram. Sementara itu, Harga Referensi (HR) emas turun dari USD 5.135,76 per troy ounce menjadi USD 4.891,57 per troy ounce.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan penurunan tersebut dipengaruhi oleh koreksi harga mineral di pasar internasional.

“Penurunan nilai HPE konsentrat tembaga pada periode ini dipicu oleh koreksi harga mineral penyusun tembaga di pasar global yang menjadi acuan dalam penghitungan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Selama periode pengumpulan data, tercatat harga tembaga turun 3,53 persen, emas turun 4,75 persen, dan perak mengalami penurunan paling dalam sebesar 7,68 persen.

Menurut Tommy, koreksi harga emas terjadi setelah tren kenaikan pada periode sebelumnya, seiring penyesuaian di pasar keuangan global.

Penetapan HPE dan HR tersebut berlaku untuk periode 1–14 April 2026. Proses penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, serta Kementerian Perindustrian.

Dalam penetapannya, pemerintah menggunakan referensi harga internasional, yakni London Metal Exchange (LME) untuk tembaga, serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.

Pemerintah memastikan kebijakan ini tetap mengacu pada dinamika pasar global guna menjaga keseimbangan perdagangan dan daya saing ekspor komoditas pertambangan nasional.

Recent Posts

Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI di Monas Jadi Panggung Perkuatan Ekonomi UMKM

MONITOR, Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan salah satunya…

1 hari yang lalu

Respon Pidato Prabowo, Prof Rokhmin: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berujung pada Lapangan Kerja dan Kesejahteraan

MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…

2 hari yang lalu

Naskah Doa Menag dalam Sidang Tahunan-Sidang Bersama 2026

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Turun Tangan Lindungi 33 Jemaah Umrah Gagal Berangkat di Bandara Soetta

MONITOR, Tangerang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33…

2 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Talenta Muda untuk Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja

MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi…

2 hari yang lalu