PARLEMEN

Prof. Rokhmin: Beras Oplosan Adalah Masalah, Ekonomi Rugi dan Ancam Kesehatan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa praktik pengoplosan beras yang marak belakangan ini tidak hanya menimbulkan kerugian secara ekonomi, tetapi juga berdampak pada aspek kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa isu beras oplosan harus dipandang sebagai masalah pangan nasional yang menyangkut keamanan konsumsi publik atau food safety.

“Dampaknya bukan hanya ekonomi. Konsumen dirugikan karena membeli beras yang seharusnya kelas medium, tapi dilabeli premium. Dari sisi harga, mereka bayar lebih mahal dari kualitas yang didapat,” ujar Prof Rokhmin dalam wawancara kepada Media di Jakarta, Kamis (07/08).

Lebih lanjut, Anggota Komisi IV DPR menguraikan bahwa secara kesehatan, beras oplosan dapat membahayakan masyarakat. Sebab, ada standar mutu tertentu yang harus dipenuhi dalam klasifikasi beras premium, seperti kadar air maksimal 14 persen dan batasan patahan butir beras tidak lebih dari 9 persen. Bila beras tidak memenuhi standar tersebut namun tetap dijual dengan label premium, maka berpotensi merugikan konsumen dari aspek gizi dan keamanan pangan.

“Berbicara soal kedaulatan pangan, itu tidak hanya soal kuantitas produksi, tapi juga soal kualitas dan keamanan. Ini menyangkut nutrisi yang dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Prof Rokhmin juga menyoroti dampak beras oplosan terhadap petani. Menurutnya, praktik tersebut tidak membuat petani menikmati keuntungan dari margin harga yang ditarik dari konsumen. Justru, harga gabah tetap ditekan di angka Rp6.500 per kilogram, sedangkan harga beras di pasaran terus melambung.

“Petani tetap saja dirugikan. Padahal pemerintah mengklaim stok beras Bulog tertinggi dalam 57 tahun terakhir, tapi kenapa harga di pasar tetap naik? Ini aneh dan harus jadi perhatian,” ungkap Guru Besar IPB itu.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar stok beras yang diklaim tinggi tersebut bukan berasal dari gabah lokal, melainkan dari sisa impor pemerintahan sebelumnya yang jumlahnya mencapai sekitar 1,5 juta ton. Ia mendesak agar pemerintah bersikap jujur dan transparan dalam menyampaikan data kepada publik.

“Kita ini harus mendidik pemerintah agar jujur. Karena jujur itu sumber kebaikan, dan kalau tidak jujur, itu jalan menuju kehancuran,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Dalam kesempatan itu, ia mempertanyakan siapa pihak yang meminta Bulog menahan distribusi beras dari gudang, padahal kapasitas penyimpanan sudah penuh dan sebagian beras mulai rusak. Rokhmin menyebut adanya indikasi saling lempar tanggung jawab antara Bapanas, Bulog, dan Kementerian Pertanian.

“Kami sudah sidak ke beberapa gudang seperti di Jogja, Semarang, dan Karawang. Banyak beras yang mulai membusuk. Kami sudah minta sejak awal supaya segera dilepas ke pasaran, karena ini bukan uang APBN, tapi pinjaman komersial dari bank Himbara,” jelasnya.

Ia bahkan menilai kebijakan penahanan distribusi beras dan penetapan HET yang tidak seimbang dengan harga gabah sebagai kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Rokhmin menduga, kebijakan tersebut bisa dimanfaatkan oleh mafia pangan untuk mempermainkan harga di pasar.

“Jangan-jangan di situlah kerja mafia. Menahan beras agar harga naik, sementara rakyat dan petani menjadi korban,” pungkasnya.

Recent Posts

MSCI Evaluasi Pasar Saham Indonesia Diperpanjang hingga November 2026, Marwan Jafar: Momentum Percepatan Reformasi Bursa

MONITOR, Jakarta – Keputusan Morgan Stanley Capital International memperpanjang periode evaluasi status pasar saham Indonesia…

54 menit yang lalu

Lanjutkan Kepemimpinan Prof Asep Jahar, Rektor UIN Yogyakarta Pimpin Asosiasi Universitas Islam Asia

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D.,…

1 jam yang lalu

Pemerintah Tegaskan Keberpihakan kepada UMKM Lewat PP 20 Tahun 2026

MONITOR, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat keberpihakan kepada usaha mikro dan kecil (UMKM) melalui penerbitan…

6 jam yang lalu

Waka Komisi V DPR: Diskon Tarif Transportasi Dorong Pergerakan Ekonomi Lokal Hingga UMKM

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras meyakini program…

6 jam yang lalu

Legislator: Paket Stimulus Rp26, 34 T Jadi Instrumen Jaga Daya Tahan Ekonomi Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah meyambut baik paket stimulus ekonomi…

6 jam yang lalu

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya menggelar penanaman pohon…

7 jam yang lalu