EKONOMI

Soroti Akar Masalah Pangan, Komisi IV DPR: Kebijakan Harga Gabah dan Beras Tidak Logis

MONITOR, Jakarta – Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Pertanian di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025). Rapat kerja dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, beserta jajarannya tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, serta diikuti oleh 21 anggota dari 8 fraksi.

Pada kesempatan itu Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof Rokhmin Dahuri menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai pelanggaran dan ketimpangan tata kelola pangan nasional, yang menurutnya sudah berlangsung selama puluhan tahun secara berulang (repeated).

“Kalau kita cerdas dan ikhlas, berarti ada sesuatu yang salah dalam cara kita menangani persoalan ini. Artinya, kita belum menyentuh akar masalahnya,” tegas Prof. Rokhmin di hadapan Menteri Pertanian dan jajaran.

Dalam penjelasannya, Prof. Rokhmin menyebut salah satu akar masalah aktual adalah kebijakan harga gabah dan beras yang dinilai tidak logis secara ekonomi. Ia menyoroti penetapan harga pembelian gabah kering panen oleh Bulog sebesar Rp6.500 per kilogram di segala kualitas, sementara harga eceran tertinggi (HET) beras dipatok Rp12.500 per kilogram.

“Dengan konversi gabah ke beras hanya 50%, maka menjual di harga Rp13.000 saja sudah rugi. Ini kebijakan yang tidak sesuai dengan sunatullah ekonomi,” jelasnya.

Prof. Rokhmin mengajak seluruh anggota Komisi IV dan Kementerian Pertanian untuk tidak lagi terjebak pada pendekatan permukaan dan pencitraan semata. “Komisi IV saat ini adalah mitra sejati Kementerian Pertanian, bukan mitra basa-basi. Kita ingin jujur dan blak-blakan demi memperbaiki nasib rakyat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran dan kecurangan di sektor pertanian, sembari mengajak semua pihak untuk bekerja dengan tulus dan berorientasi pada solusi jangka panjang yang menyentuh akar persoalan.

“Kalau pemerintah hanya bekerja hangat-hangat tahi ayam setelah diliput TV, itu dosa bagi kita semua. Rakyat, khususnya petani dan nelayan kecil, sudah terlalu lama menderita,” tutup Prof. Rokhmin.

Recent Posts

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

9 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

12 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

12 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

13 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

MONITOR, Palu – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bekerja sama dengan Badan Karantina…

2 hari yang lalu

IPIM Banten Sambut Positif Terpilihnya Prof. Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI Petama

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum PW IPIM Provinsi Banten, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menyambut…

2 hari yang lalu