NASIONAL

IPW Sebut Penambahan Anggaran untuk Polri Adalah Sebuah Keniscayaan, Ini Alasannya

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengungkapkan bahwa penambahan anggaran untuk Polri untuk Tahun Anggaran (TA) 2026 adalah suatu keharusan atau keniscayaan.

“Penambahan anggaran untuk Polri Tahun Anggaran 2026 adalah suatu keniscayaan karena memang ke depan dibutuhkan satu persiapan kinerja Polri yang harus lebih kuat ya, dalam hal ini terkait dengan teknologi. Misalnya terkait dengan layanan respons cepat untuk pelayanan kepada masyarakat. Nah respons cepat ini mau tidak mau harus menggunakan pendekatan digital,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu 9 Juli 2025.

Selain untuk pelayanan masyarakat, Sugeng menyampaikan, pendekatan digital juga dibutuhkan untuk penguatan siber, dan tentu saja hal ini membutuhkan anggaran yang besar.

“Kalau Polri ingin bisa mengikuti perkembangan zaman maka mau tidak mau memang pendekatannya adalah pendekatan teknologi,” ujarnya.

Sugeng mengatakan, penambahan anggaran ini juga diharapkan menyasar kepada peningkatan kesejahteraan anggota Polri. Bahkan jika perlu, menurut Sugeng, ada evaluasi kenaikan gaji dan tunjangan untuk anggota Polri yang di bawah.

“Saya setuju dengan pendapatnya Anggota Komisi III DPR Sjarifuddin Suding ya, bahwa Polri memang harus memberikan perhatian kepada anggotanya yang di bawah,” katanya.

Untuk itu, Sugeng menilai, peningkatan anggaran Polri sangatlah wajar. Bahkan, menurut Sugeng, kinerja Polri di bawah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dipuji oleh Presiden RI Prabowo Subianto, terlebih terkait dengan isu strategis ketahanan pangan seperti penanaman jagung dengan target 4 juta ton yang sudah mencapai 3 juta ton lebih pada kuartal kedua dan kemungkinan besar targetnya akan bisa tercapai.

“Kemudian juga respons Polri atas kesiapan untuk mendukung program Prabowo memberikan makan gratis, jadi ini suatu apresiasi saya lihat dari Presiden Prabowo secara nyata melalui politik anggaran,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sugeng menyampaikan, pengawasan atas penggunaan tambahan anggaran tersebut dilakukan dengan prima, selektif dan ketat, agar anggaran yang digelontorkan berdaya guna dan tepat sasaran.

“Dengan tambahan anggaran ini juga smoga dapat diperkuat kinerja penegakan hukum agar kepercayaan publik semakin tumbuh, bisa menumbuhkan rasa keadilan masyarakat dalam layanan penegakan hukum oleh Polri, itu penting ya. Semoga juga penambahan anggaran ini dapat meningkatkan kinerja Polri dalam pelayanan kepada publik, respons cepat,” ujarnya.[]

Recent Posts

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

7 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

7 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

11 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

12 jam yang lalu

Legislator Soal Remaja Diperkosa 27 Orang: Ini Extraordinary Crime yang Perlu Penanganan Luar Biasa

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan pemerkosaan…

17 jam yang lalu

Legislator Usul DPR Gunakan Hak Angket Atasi Ketegangan Polri Vs Kejaksaan Buntut Kasus Hukum Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman meminta DPR menggunakan hak…

17 jam yang lalu