MONITOR, Cirebon – Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, menegaskan pentingnya kualitas pendidikan sebagai kunci keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Ia menyampaikan bahwa tanpa sistem pendidikan yang unggul dan merata potensi besar dari jumlah penduduk usia produktif (bonus demografi) akan sulit diwujudkan menjadi kekuatan ekonomi bangsa.
Hal tersebut disampaikan guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu dalam sebuah diskusi Pendidikan di Cirebon dalam rangka momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jum’at (2/5/2025).
“Bonus demografi hanya akan menjadi mimpi bila kita gagal menyediakan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menyatakan bahwa saat ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia, mulai dari kesenjangan fasilitas antarwilayah, rendahnya kompetensi guru, hingga keterbatasan akses pendidikan di daerah terpencil.
Prof Rokhmin juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan revolusi industri 4.0.
Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, swasta, dan masyarakat—untuk bersama-sama memperkuat sistem pendidikan nasional.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Jika kita gagal hari ini, kita akan kehilangan momentum emas dalam sejarah bangsa,” tambahnya.
“Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momen reflektif sekaligus panggilan aksi untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia agar mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah global,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama meluncurkan program Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M. Program ini…
MONITOR, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyetujui laporan Komisi VIII DPR…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM)…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama ingin jaminan produk halal (JPH) tidak hanya berorientasi pada sertifikasi…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keuangan negara yang akuntabel…
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi memperkenalkan…