PEMERINTAHAN

Kementan Gandeng Pemda Bone Bangun Ekosistem Peternakan Kawasan Timur

MONITOR, Bone – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem peternakan rakyat di wilayah timur Indonesia. Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu daerah yang diharapkan menjadi penyangga ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungan kerja ke Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Senin (14/4), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, meninjau pengembangan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Peternakan sebagai bagian dari upaya integratif pembangunan sektor peternakan.

“Bone memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan peternakan rakyat. Kami mendorong optimalisasi pembibitan, penguatan kesehatan hewan, hingga pengembangan inovasi pembiayaan,” kata Agung Suganda saat kunjungannya bersama Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, pada Senin (15/4/2025).

Agung menyampaikan bahwa Kementan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra swasta. Salah satu bentuknya adalah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis. Program unggulan lain yang terus diperluas adalah Ayam Merah Putih, yang turut dikembangkan di Kabupaten Bone.

“Kami telah meninjau lokasi CSR untuk SPPG dan pengembangan Ayam Merah Putih di Kecamatan Bengo, serta lokasi pembibitan ayam di Kecamatan Libureng. Potensi peternak lokal di Bone sangat besar untuk mendukung pengembangan ayam petelur rakyat,” jelas Agung.

Agung menambahkan bahwa Bone memiliki keunggulan struktural yang menjadikannya strategis sebagai pusat pengembangan peternakan rakyat di kawasan timur. “Ada kecamatan seperti Kahu yang jumlah ternaknya bahkan melebihi jumlah penduduknya. Ini menunjukkan potensi luar biasa yang perlu terus dikawal,” ujarnya.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan peternakan merupakan bagian dari strategi besar menjadikan Bone sebagai model pengembangan peternakan terpadu di kawasan timur Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone mengusung program unggulan bernama Padasa (akronim dari padi, jagung, sapi) yang mengintegrasikan sektor tanaman pangan dan peternakan. Program ini mengadaptasi keberhasilan program nasional Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) yang digagas oleh Kementan.

“Kegiatan ini mencakup optimalisasi pembibitan ternak serta penguatan sektor kesehatan hewan. Alhamdulillah, kami siap menerima arahan dan memberikan dukungan penuh,” ujar Asman.

Asman juga menjelaskan bahwa untuk memperkuat akses pembiayaan peternak kecil, Bone juga tengah mengembangkan inovasi sistem pembiayaan berbasis gadai ternak. “Skema ini memungkinkan peternak memperoleh pinjaman dengan jaminan sapi dan dapat dikembalikan setelah panen. Ini memberi napas tambahan bagi peternak skala kecil,” terangnya.

Dalam menjaga keberlanjutan populasi ternak, Pemerintah Kabupaten Bone juga menerapkan kebijakan larangan pemotongan betina produktif di rumah potong hewan. “Kami sepakat menjaga indukan produktif sebagai langkah strategis,” ujarnya.

Asman juga menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat kelembagaan peternakan. “Tidak banyak daerah yang masih memiliki Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai dinas yang berdiri sendiri. Kami berkomitmen mempertahankannya agar pembangunan peternakan tetap fokus dan terarah,” kata Bupati Bone.

Dengan pendekatan kolaboratif dan penguatan sinergi antara pusat dan daerah, Kabupaten Bone diharapkan tidak hanya menjadi penyedia protein hewani nasional, tetapi juga menjadi penyangga ketahanan pangan dari timur Indonesia.

Recent Posts

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

2 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

2 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

3 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

4 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

5 jam yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

5 jam yang lalu