PENDIDIKAN

Dorong Employability Mahasiswa PTKI, Kemenag Rancang Program Magang dan Carier Development Center

MONITOR, Jakarta – Diantara lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) memilih untuk melanjutkan jenjang studi yang lebih tinggi, dan yang lain memutuskan untuk terjun ke dunia kerja.

Guna mendukung kesuksesan para lulusan PTKI yang memutuskan untuk terjun ke dunia kerja, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam mendorong peningkatan skill mahasiswa PTKI melalui Program Magang.

Hal ini terkemuka dalam Public Discussion Series IKRAR PTKI Seri Ke-7, Selasa (25/03/2025) yang bertajuk Employability Mahasiswa PTKI, hadir sebagai narasumber Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil Sahiron, M.A, dan Direktur Employability dan Enterpreneurship UNU Yogyakarta, Nurhadi.

Dalam paparannya, Prof Sahiron menuturkan, Kementerian Agama tengah berusaha semaksimal mungkin membantu mahasiswa PTKIN untuk meningkatkan skill yang dibutuhkan saat nanti terjun ke dunia kerja maupun di masyarakat.

“Satu sisi mahasiswa S1 tidak semuanya akan melanjutkan ke S2, mungkin ada yang melanjutkan ke S2, tapi mungkin hanya Sebagian kecil. Sebagian besarnya memasuki ruang-ruang kerja dan itu mayoritas. Untuk mendapatkan pekerjaan perlu adanya skill yang bisa didapatkan dari Workshop, training, dan tentunya juga bisa dari magang di perusahaan-perusahaan ternama,” tutur Prof Sahiron.

Lebih lanjut, Pelopor Integrasi Hermeneutika dan Ulumul Qur’an dengan pendekatan Ma’na-cum-Maghza ini menjelaskan, upaya serius Kementerian Agama dalam mensukseskan program magang ini juga telah tercanang melalui Direktorat PTKI dengan Subdit Sarana Prasaranan dan Kemahasiswaan yang telah mempersiapkan program Carier Development Center (CDC).

“Jadi ini seiring selaras, dari satu sisi kebutuhan mahasiswa untuk belajar bekerja atau langsung bekerja, di satu sisi lain program kami di Kementerian Agama terutama di Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan untuk juknisnya sudah digarap,” tutur Prof Sahiron.

Program Magang ini dapat dikerjasamakan dengan perusahaan atau dunia usaha dan industry (DUDI), Yayasan nirlaba, ogranisasi multilateral, institusi pemerinta, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), maupun perusahaan rintisan dan lainnya. Magang juga dapat diarahkan pada program magang bersertifikat kompetensi sesuai profesi bidang studi mahasiswa, yaitu bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah mendapatkan legalitas dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam Program Magang yang tengah dirancang, model aktivitas magang dibagi menjadi tiga, diantaranya yakni magang, microcredentials, dan kolaborasi. Magang yakni penguasaan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia industry melalui pengerjaan project atau pemecahan kasus pada sebuah posisi pekerjaan tertentu; Microcredentials yakni penguasaan skil-skil praktis melalui short course yang tersedia pada platform online yang telah dikurasi untuk pemecahan project nyata yang memberikan dampak tertentu; dan Kolaborasi yakni penguasaan keterampilan yang relevan dengan dunia professional melalui pengajaran kolaboratif yang dilakukan oleh dosen dengan praktisi industry aktif.

Dengan target menggandeng perusahaan top nasional dan internasinal seperti Astra International, Pertamina, Microsoft, Huawei, Google hingga Amazon, mahasiswa PTKIN dapat belajar dengan langsung terjun pada project-based learning mendorong mahasiswa menguasai kompetensi multiketerampilan yang sangat berguna bagi masa depan karier mereka.

Prof Sahiron pun menegaskan komitmen untuk mengawal Program Magang yang nantinya dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menata jenjang karir bagi yang ingin terjun langsung ke dunia kerja. Hal ini pun berangkat dari kegelisahaan para mahasiwa PKIN yang muncul dari berbagai saluran terkait program magang layaknya Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Saya secara pribadi punya konsern itu, punya konsern membantu, mengarahkan mahasiswa-mahasiswi yang ingin langsung memiliki skill pekerjaan dan juga pada saatnya bekerja setelah lulus,” tutur Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Recent Posts

Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Madinah — Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan ke Saudi German…

4 jam yang lalu

DPR Sahkan Revisi UU P2SK, Perkuat Tata Kelola Sektor Keuangan

MONITOR, Jakarta - Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4…

5 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Transformasi Industri Lewat Forum BRICS PartNIR 2026 di Tiongkok

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kerja sama internasional guna mendukung transformasi industri…

7 jam yang lalu

Nurhadi Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan…

7 jam yang lalu

Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi

MONITOR, Madinah – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf mendorong…

7 jam yang lalu

Waspadai Dampak Lonjakan Kurs Dolar AS terhadap Sektor Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak lonjakan kurs…

8 jam yang lalu