PARLEMEN

Bangun Ekonomi Masyarakat, Prof Rokhmin Sambut Baik Koperasi Desa Merah Putih

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menyambut baik inisiatif Pemerintah Indonesia menargetkan lebih dari 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang akan diluncurkan pada 12 Juli 2025 mendatang. Koperasi ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan utama untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya petani dan nelayan.

“Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, saya menyambut baik koperasi merah putih yang digagas Bapak Presiden Prabowo. Koperasi ini harus memperkuat rantai pasok atau supply chain untuk petani dan nelayan. Hal ini sangat krusial agar distribusi produk pertanian dan perikanan dapat berjalan lancar,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri di Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Anggota Komisi IV DPR menegaskan bahwa koperasi merah putih harus fokus pada penguatan rantai pasok atau supply chain. Pasalnya, dengan adanya jaringan rantai pasok yang baik, akan mempermudah distribusi produk dari petani hingga nelayan, meningkatkan efisiensi, serta memastikan harga yang lebih stabil.

“Rantai pasok ini akan meningkatkan nilai tambah produk bagi petani maupun nelayan. Apalagi, jika koperasi ini mampu menyokong kebutuhan mereka, seperti pupuk, benih, hingga pakan, dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.

Prof. Rokhmin berharap bahwa koperasi ini dapat menyediakan sarana produksi pertanian, seperti pupuk dengan harga yang terjangkau bagi petani. Begitu pula dengan penyediaan benih ikan dan pakan bagi nelayan. Hal ini diharapkan dapat mendorong produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan di seluruh Indonesia.

“Semua kita berharap, koperasi ini bisa menyediakan sarana produksi pertanian berupa pupuk hingga benih serta pakan dengan harga yang relatif murah. Mengingat, tujuan koperasi ini adalah untuk meningkatkan produktivitas petani dan nelayan,” tambahnya.

Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih ini menjadi harapan baru bagi petani dan nelayan untuk mendapatkan dukungan yang lebih baik dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. 

“Kita semua berharap koperasi ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan mandiri,” ucap Guru Besar IPB University.

Prof. Rokhmin juga menekankan bahwa koperasi ini dapat menjadi langkah penting menuju kemandirian ekonomi Indonesia. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat rantai pasok, koperasi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

“Kehadiran koperasi ini harus memberikan kemudahan bagi petani dan nelayan. Dengan menyediakan sarana produksi dengan harga yang terjangkau, kita bisa meningkatkan produktivitas dan secara bersamaan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Dengan harapan besar, Prof. Rokhmin menekankan bahwa koperasi merah putih diharapkan mampu membawa perubahan positif, tidak hanya dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di seluruh pelosok Indonesia.

Recent Posts

Sopir Tronton Tambang Anak Dibawah Umur, Adian: Wibawa Negara Hilang

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Adian Napitupulu melontarkan kritik…

34 menit yang lalu

Kemenag dan DPR Bentuk Panja, Tuntaskan Masalah Gaji Guru Madrasah

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memprioritaskan…

2 jam yang lalu

Sidak Pasar Tagog, Mentan Amran: Tak Ada Toleransi Harga di Atas HET

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada toleransi terhadap…

2 jam yang lalu

Mentan Amran Tunjukkan Kepedulian, Serahkan Santunan untuk Keluarga Prajurit Marinir yang Gugur

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan kepedulian mendalam terhadap keluarga prajurit…

3 jam yang lalu

Inilah Daftar Pejabat Asrama Haji se-Indonesia yang Dilantik Kemenhaj

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan…

6 jam yang lalu

Kemenag Ajukan ABT Rp5,87 T untuk Tunjangan Guru dan Dosen 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mengajukan usulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp5.872.189.200.000 untuk…

9 jam yang lalu