BERITA

Cuaca Ekstrem, Pemerintah Harus Beri Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan

MONITOR, Jakarta – Perubahan Iklim mendorong cuaca dan kondisi gelombang laut yang ekstrim, pun intensitasnya dirasakan semakin meningkat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI), Hendra Wiguna. Menurutnya, keadaan ini menyebabkan risiko bekerja di laut semakin tinggi terutama bagi nelayan kecil.

“Kondisi saat ini, gelombang di beberapa daerah 2-3 meter tingginya. Tentu hal ini menyulitkan nelayan kecil, terlebih perahu yang dimilikinya telah usang. Sehingga sangat beresiko bagi nelayan apabila memaksakan diri untuk tetap melaut.” Terang Hendra

Meski demikian, menurutnya berhenti melaut pun bukan sebuah solusi yang ideal. Kata Hendra, sebagian besar nelayan kecil sumber pendapatannya hanya dari melaut harian. Maka apabila satu hari saja tidak melaut, bisa menimbulkan potensi hutang ke rentenir. Oleh karena itu, tidak melaut baik itu disebabkan oleh cuaca ekstrim ataupun ditangkap karena dianggap memasuki wilayah negara tetangga sangat berdampak terhadap kehidupan keluarga nelayan.

“Kondisi ini tentu juga tidak baik bagi kestabilan ekonomi dan pangan kita, mengingat risiko berusaha di laut yang tinggi akan tetapi tidak selaras juga dengan tingkat kesejahteraanya. Maka regenerasi nelayan akan menurun, bekerja di laut tidak dilirik oleh pemuda.”Ujar Hendra

Lanjut Hendra, selain nelayan kecil para pedagang ikan skala kecil juga terdampak oleh keadaan ini. Karena nelayan tidak melaut, sehingga pasokan ikan di darat menurun. Hal ini menyebabkan Harga ikan melonjak, padahal daya beli masyarakat terbatas serta peminatan masyarakat untuk mengkonsumsi ikan juga belum begitu baik animonya. 

“Pedagang kecil tutup karena kesulitan pasokan, kemudian nelayan kecil bingung menjual ikan kemana. Pada akhirnya, yang diuntungkan adalah yang menguasai rantai dingin. Oleh karena itu, penting bagi lembaga usaha kelompok nelayan seperti koperasi untuk memiliki cold storage.” Terang Hendra

Selain itu, Hendra juga berharap adanya peningkatan usaha bersama bagi nelayan. Misalnya dengan melakukan kegiatan usaha budidaya ikan, udang, ataupun rumput laut. Hal lainnya, bisa juga melakukan penambahan nilai dari hasil produksi dengan melakukan pengolahan hasil tangkapan nelayan. Tentunya akan lebih baik dan mudah apabila terintegrasi dengan badan usaha pemerintah dalam hal penyerapan hasil produksinya atau paling tidak didorong kemitraan dengan swasta.

“Pekerjaan utamanya tetap nelayan, kegiatan budidaya atau mengolah hasil hanya sebagai alternatif sumber pendapatan. Maka mengingat keterbatasan waktu nelayan, usaha budidaya ini harus dilakukan secara berkelompok atau bisa juga dilakukan oleh anggota keluarga yang tidak melaut.” Ujar Hendra

Lanjut Hendra, begitupun dengan pemerintah pekerjaanya tetap memastikan laut kita sehat, menyediakan prasarana, kemudahan dan jaminan berusaha, serta hal lainnya yang sudah dimandatkan dalam undang-undang no 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudi daya ikan, dan petambak garam.

“Percayalah dengan adanya kesejahteraan nelayan, negara kita akan lebih maju. Seperti halnya negara-negara yang memuliakan nelayan, disana ada jaminan pertumbuhan ekonomi dan kedaulatan pangan.” Tutup Hendra

Recent Posts

Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

MONITOR, Jakarta - Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan Wakil Presiden Republik…

24 menit yang lalu

Situasi Memanas, DPR Imbau Masyarakat Tunda Umrah di Bulan Ramadan

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, meminta Pemerintah melalui Kementerian…

2 jam yang lalu

Gandeng IAEI, Menag Targetkan Pembentukan LPDU Tuntas di Ramadan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengajak para pakar dan praktisi ekonomi syariah untuk…

4 jam yang lalu

Silaturahmi KAHMI-ICMI, Prof Rokhmin Serukan Persatuan Umat Islam di Tengah Geopolitik Global

MONITOR, Bogor - Tokoh nasional dan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof.…

6 jam yang lalu

Kemenag Instruksikan Salat Gerhana Bulan Total pada 13 Ramadan 1447 H

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak umat Islam melaksanakan Salat Gerhana bulan (khusuf al-qamar) saat…

7 jam yang lalu

DPR Desak KBRI Amankan Ribuan Jemaah Umrah Terdampak Konflik

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, mendesak pemerintah melalui Kedutaan…

12 jam yang lalu