PARLEMEN

Hampir 60 Ribu Pekerja Kena PHK di 2024, DPR: Kebijakan Harus Bikin Semua Happy

MONITOR, Jakarta – Dari awal tahun 2024 hingga Oktober lalu, sudah ada hampir 60 ribu orang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan perlu adanya regulasi yang win-win Solution untuk semua pihak. “60 ribu bukan angka yang sedikit. Ini betul-betul memprihatinkan. Jadi saya kira yang perlu diperbaiki adalah sistemnya atau regulasinya. Harus jelas, dan saling menguntungkan bagi semua pihak. Apalagi kita di tengah-tengah gelombang badai PHK, harus betul-betul win-win solution,” kata Cucun, Selasa (5/11/2024).

Menurutnya, situasi badai PHK yang dialami Indonesia harus menjadi peringatan bagi semua pemangku kebijakan untuk mengevaluasi dan segera melakukan lagkah perbaikan. Cucun mengatakan, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan, harus mendorong setiap daerah untuk membangun sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi PHK di perusahaan-perusahaan. “Dan ini perlu dibarengi dengan pembuatan kebijakan yang efektif. Termasuk UMP (Upah Minimum Provinsi) harus dirumuskan secara adil untuk meminimalisir badai PHK,” sebutnya.

Cucun mengingatkan, penting pula agar sistem regulasi yang tidak berat sebelah. Artinya semua harus berdasarkan pada prinsip keadilan bagi semua stakeholder. “Kalau misalnya angka pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi atau apa itu harus betul-betul komponennya berpihak kepada masyarakat. Dan tetap perhatikan bagaimana pengusaha maju, buruhnya juga sejahtera,” jelas Cucun.

“Jadi harus happy semua ketika pembuat regulasi membuat revisi di saat upah naik ya harus beririsan juga dengan produktivitas tinggi,” imbuh Legislator dari Dapil Jawa Barat II ini.

Cucun yang juga pernah menjadi pimpinan badan anggaran (Banggar) DPR itu memberi ilustrasi bagaimana pengusaha sebenarnya tidak masalah jika ada kebijakan kenaikan UMP bagi buruh. Selama regulasi yang dibuat oleh Pemerintah juga mendukung kemajuan usaha. “Para pengusaha juga seneng asal semua itu berdasarkan regulasi dan dihitung betul, jadi negara bisa hadir juga di sana, bagaimana menjadi pengawas dan regulator yang adil,” terang Cucun.

“Kan kalau upah naik, tenaga kerja termotivasi dan etos kerja meningkat, jadi semua beriringan. Tinggal seperti apa cara duduk barengnya, musyawarah diikuti oleh semua stakeholder di bidang ketenagakerjaan,” tambahnya.

Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, angka PHK di Indonesia mencapai 59.796 orang terhitung sejak Januari hingga Oktober 2024. Untuk bulan Oktober saja, terdapat tambahan 6.800 pekerja yang di-PHK mengingat total ada 52.993 orang yang terkena PHK pada bulan September.

Provinsi yang paling banyak melakukan PHK yaitu di DKI Jakarta mencapai 14.501 orang, di mana angkanya naik 94% dibandingkan bulan September. Sementara itu, tenaga kerja yang ter-PHK di Jawa Tengah tercatat menurun 23,8% secara bulanan menjadi 11.252 orang. Dan peringkat ketiga, provinsi yang mengalami PHK ialah Banten dengan kenaikan 15,47% secara bulanan menjadi 10.524 orang. “Kalau misalkan sekarang itu UMP-nya tidak seimbang pada setiap wilayah, para pekerja pasti melakukan pembandingan dengan daerah lainya. Kalau ada kenaikan di salah satu daerah pasti akan turun ke jalan, seperti itu yang harusnya kita hindari. Bangun sistem yang baik,” terang Cucun.

Meskipun sistem peringatan dini yang disampaikan Pemerintah merupakan langkah yang baik, namun Cucun menekankan hal tersebut dapat efektif jika dirancang dengan data yang akurat, pemantauan berkelanjutan, dan diintegrasikan dengan respons kebijakan yang cepat dan adaptif. “Sistem ini tidak dapat berdiri sendiri. Harus ada koordinasi dengan kebijakan lain, seperti dukungan finansial dan pelatihan ulang, untuk benar-benar menekan angka PHK,” ungkapnya.

Cucun menilai, pada dasarnya masalah PHK ini dapat diselesaikan jika dalam pengembalian keputusan dilandaskan pada asas keadilan. Implementasinya pun harus menguntungkan semua pihak. “Harus arif dalam pengambilan keputusannya karena ini menyangkut nasib jutaan buruh kita,” ucap Cucun.

Pimpinan DPR koordinator bidang kesejahteraan masyarakat (Kesra) itu pun berharap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru terkait UU Cipta Kerja (Ciptaker) dapat membuat iklim ketenagakerjaan dan usaha semakin sehat. Cucun menilai, pengusaha pada dasarnya siap bekerja sama dengan Negara selama kebijakan tetap mendukung perkembangan industri. “Harus ada sistem yang semua itu automatically bisa diterima oleh semua pihak. Buruh oke, pengusaha juga tidak keberatan karena merasa terproteksi,” tuturnya.

“Kalau regulasinya jelas, pengusaha juga aman. Saat industri berjalan bagus, pekerjaan buruh tidak terancam dan pertumbuhan ekonomi ikut naik,” lanjut Cucun.

Cucun juga mengingatkan setiap kementerian/lembaga untuk membuat kebijakan yang tidak menyalahi aturan atau melanggar undang-undang. “Jangan membuat satu keputusan yang dibikin norma baru, harus tetap berpijak pada undang-undang,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah juga diminta untuk melakukan perbaikan kebijakan perlindungan sosial. Hal ini untuk menjadi dukungan bagi pekerja yang terkena PHK. “Pastikan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) berjalan efektif dan dapat diakses dengan mudah oleh pekerja yang kehilangan pekerjaan. Dan harus ada penguatan jaringan sosial seperti memberikan akses yang lebih baik ke layanan kesehatan, pendidikan, dan dukungan psikologis bagi keluarga pekerja yang terdampak PHK,” tutup Cucun.

Recent Posts

Program Pendampingan Pertapreneur Aggregator Diklaim Sukses Dongkrak Pendapatan UMK

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat dukungannya bagi usaha mikro dan kecil (UMK) melalui…

17 menit yang lalu

Komisi I DPR Kutuk Serangan Israel terhadap Prajurit TNI di Lebanon

MONITOR, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengutuk keras serangan…

5 jam yang lalu

Sidang Perdana Korupsi Satelit Navayo Digelar di Jakarta, Tiga Terdakwa Dihadapkan ke Pengadilan Militer

MONITOR, Jakarta - Sidang perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan satelit Navayo…

5 jam yang lalu

Pemerintah Klaim Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global

MONITOR, Jakarta - Sektor manufaktur nasional kembali menunjukkan ketahanannya di tengah ketidakpastian kondisi global seperti…

8 jam yang lalu

Apresiasi Inovasi Kopi Rempah KEPOTA, Komisi IV DPR ajak Masyarakat Hilirisasi Produk Hutan

MONITOR, Bogor - Komisi IV DPR RI menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi produk perhutanan sosial…

8 jam yang lalu

H+9 Lebaran 2026 Arus Balik Masih Tinggi, 670 Ribu Kendaraan Melintas di GT Cikampek Utama

MONITOR, Cikampek — Arus balik Lebaran 1447 Hijriah dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta masih…

10 jam yang lalu