PARLEMEN

Sabar Menanti Berjam-jam, Ratusan Perantau Tertahan di Terminal Induk Kota Bekasi

MONITOR, Bekasi – Bergerak meninggalkan padatnya kota menuju kampung halaman, ratusan pemudik tertahan selama berjam-jam di Terminal Induk Kota Bekasi. Tak gentar, mereka memilih bersabar menunggu demi berjumpa dan berkumpul dengan keluarga dan orang-orang tersayang di Hari Raya Idulfitri.

H-3 jelang lebaran terpantau para perantau di Kota Bekasi bergegas menanggalkan pekerjaan dan segala aktivitas yang di kota. Sejumlah alternatif transportasi publik dimanfaatkan demi mengangkut diri menuju kampung halaman, salah satunya bus-bus rute jarak jauh di Terminal Induk Kota Bekasi.

Niat baik tak cukup. Perjuangan kembali ke kampung halaman harus ditempuh dengan penuh kesabaran. Pasalnya, mereka yang hendak pulang kampung ke wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah di terminal terlantar, Sabtu malam (6/4/2024) akibat tingginya angka pemudik yang tidak berbanding lurus dengan jumlah bus rute jauh yang mampu mengangkut

Salah satu penyebab terjadinya peristiwa ini adalah penerapan kebijakan ‘one way’ di tol. Kebijakan ‘one way’ ini menciptakan kemacetan yang mengular sehingga bus-bus rute jauh tertumpuk di sana dan terlambat menjemput para pemudik.

Pantang menyerah, terpantau sejak Sabtu sore hingga malam, ratusan pemudik yang akan menuju wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah rela menunggu berjam-jam di Terminal Induk Kota Bekasi. Budi (35) bercerita bahwa dirinya belum bisa naik bus sejak ia menunggu sedari subuh.

“Belum dapat bus, tadi penuh tadi. Katanya bisnya yang terakhir, masih menunggu dari tadi magrib,” ungkapnya.

Menanggapi dengan sigap, sejumlah PO Bus berusaha meningkatkan jumlah armada bus. Walaupun begitu, solusi ini tidak efektif mengingat angka pemudik dari Kota Bekasi meningkat sebanyak 200 persen dibandingkan tahun 2023, di mana pada tahun tersebut masih masa transisi pasca Pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Pos Angkutan Lebaran Terminal Induk Kota Bekasi diketahui ada lebih dari 7.860 pemudik yang akan berangkat menuju kampung halaman dengan menggunakan bus. Tujuan rute di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera.

Sebelumnya, Tim Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Muhammad Iqbal telah mengingatkan Kementerian PUPR beserta operator sekaligus PT Jasa Marga untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat melonjaknya angka pemudik jelang lebaran pada Jumat (5/4/2024) lalu.

Usai meninjau Tol Cikampek, ia meminta setiap pemangku kebijakan untuk menjaga sekaligus memperbaiki dengan cepat titik-titik jalan tol yang rusak. Hal ini jadi krusial guna memastikan kelancaran dan keamanan bagi para pengguna jalan tol.

“Kami mengapresiasi antisipasi-antisipasi yang akan dilakukan dalam rangka menyangkut Lebaran ini. Tetapi yang perlu kami tekankan adalah, yang pertama, terutama dari sisi fasilitas-fasilitas yang ada di jalan tol itu seperti lampu penerangan, rest area kemudian juga sarana prasarana itu harus segera dilakukan jika masih ada titik-titik yang belum ada penerangan-penerangannya,” ucap Politisi Fraksi PPP itu.

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

2 hari yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

2 hari yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

3 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

3 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

3 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

3 hari yang lalu