BERITA

Tak Hanya Dean’s List, Mahasiswa MOSMA UINSA ini Jadi Delegasi Indonesia di SUNYMEU 2023

MONITOR, Jakarta – MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) yang digelar Kementerian Agama benar-benar menjadi ruang aktualisasi para mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk unjuk prestasi. Banyak di antara mereka yang meraih Dean’s List pada Fakultasnya masing-masing.

Untuk menyebut contoh, ada Santi Agustin, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. Dia meraih Dean’s List untuk semester gugur 2023 dari York College of Pennsylvania Amerika Serikat. Ada juga Jennie Nabilah dan Dewinta Zahwa Nabila, dua mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang meraih Dean’s List di Buffalo State University, Amerika. Selain itu, ada Jasmine Laksmi Dewi, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang meraih Dean’s List dari York College of Pennsylvania.

Terbaru, ada Muhammad Rizki Dwi Nurdiansyah, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UIN Sunan Ampel Surabaya. Dia meraih Dean’s List dari Buffalo State University. Lebih dari itu, Riki juga berhasil terpilih sebagai salah satu wakil Indonesia yang menjadi delegasi SUNY Buffalo State University dalam event SUNYMEU 2023.

Dean’s List merupakan penghargaan yang diberikan Dekan Fakultas di sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat kepada mahasiswa berdasarkan kualitas kinerja akademik mereka. Untuk bisa mendapat penghargaan ini, mahasiswa harus memperoleh GPA/IPK minimal 3,5 serta mereka juga juga harus menyelesaikan studi minimal 12 SKS.

Sementara itu, SUNYMEU merupakan merupakan agenda melakukan simulasi persidangan dan pembuatan kebijakan di tingkat Prime Minister dan tingkat Head of Government di European Union. SUNYMEU diselenggarakan sejak 1987 oleh State University of New York (SUNY) dan Co-Founded by European Union (EU). Event ini diikuti mahasiswa baik di level undergraduate dan graduate dari seluruh kampus US yang berada di bawah naungan SUNY. Event ini memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk melatih skill mereka seperti negotiation, conflict resolution, public speaking, debate, expository writing, logic and reasoning, small-group dynamics, leadership, and problem-solving.

“Alhamdulillah, saya terpilih sebagai salah satu mahasiswa Indonesia yang menjadi delegasi SUNY Buffalo State University dalam event SUNYMEU 2023. Saya bersama dua rekan perempuan dari Indonesia diberi kesempatan untuk bisa berkompetisi di dalam event tersebut,” sebut Riki, sapaan akrabnya, melalui pesan singkat, Rabu (10/1/2024).

Riki mengaku bersyukur dapat mengikuti program beasiswa MOSMA di Amerika Serikat. Menurutnya, rencana awal setelah memasuki semester 7 di UIN Sunan Ampel Surabaya adalah hanya fokus untuk menyelesaikan tugas akhir, yakni penelitian skripsi. Sebab, sudah tidak ada mata kuliah lagi yang harus dijalani di semester 7, hanya tersisa “Skripsi dan KKN”.

“Tetapi atas izin Allah dan restu orang tua, akhirnya saya berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi saya melalui program MOSMA yang digelar Kementerian Agama,” tuturnya.

Riki mengaku tidak pernah berekspektasi tinggi saat menjalani studi di Amerika Serikat, apalagi hingga menjadi delegasi kampus di agenda SUNYMEU 2023. Sebagai awardee MOSMA Kemenag, Riki hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam menjalani proses belajar. Mendapat kesempatan ikut dalam ajang debat bersama mahasiswa US dan mahasiswa internasional dari berbagai negara, seperti: UK, France, Spain, Netherlands, memberi motivasi besar untuk Riki untuk bisa tampil kompetitif.

“Penghargaan dan kesempatan ini menjadi bukti bahwa awardee MOSMA bisa unjuk prestasi di Amerika Serikat,” tegasnya.

Riki menambahkan, selama kuliah di Amerika, dia hanya mendapatkan satu mata kuliah yang berkaitan dengan Hubungan Internasional yakni hanya European Political System. Tiga mata kuliah lainnya di luar prodi pilihannya, yaitu: Principles of Management, Principles of Marketing dan Nature Writing.

“Walaupun hanya mendapatkan satu mata kuliah yang relevan dengan studi saya, tetapi saya tetap bersyukur. Ini merupakan salah satu bentuk implementasi “Merdeka Belajar”. Apalagi, MOSMA memang didesain untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar bidangnya.

“Melalui program MOSMA, kita diberikan kesempatan untuk membuktikan bahwa sekalipun kita dari negara berkembang, tetapi sumber daya manusia di Indonesia hebat dan mampu bersaing di level Internasional,” tandasnya.

Recent Posts

Lagi, Dosen UIN Jakarta Suami-Istri Raih Jabatan Guru Besar

MONITOR, Tangerang Selatan - Bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif…

9 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola ASN Berbasis Digital

MONITOR, Bogor - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi meluncurkan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)…

13 jam yang lalu

Menaker: Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan

MONITOR, Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa data Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan…

15 jam yang lalu

Babinsa Dikerahkan Awasi Kepatuhan Pajak, Legislator: Apa Alasan Kebutuhannya?

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyoroti kebijakan pelibatan TNI dalam…

15 jam yang lalu

Kemenag Bakal Terapkan Manajemen Talenta bagi Seluruh ASN

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerapkan manajemen talenta sebagai fondasi sistem merit yang lebih transparan,…

15 jam yang lalu

Target Capai Pertumbuhan Ekonomi, Marwan Jafar PKB dorong Sinergi BI, Pemerintah dan KSSK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar,…

18 jam yang lalu