PARLEMEN

Puan: Pemerintah Harus Beri Pelayanan Terbaik Bagi WNI Korban Gempa di Jepang

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI (H.C) Puan Maharani mengingatkan Pemerintah untuk memberi perlindungan dan pelayanan terbaik bagi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa di Jepang. Meski dilaporkan belum ada yang mengalami luka-luka, namun diketahui ada sekitar 105 WNI mengungsi akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,6 itu.

“Pemerintah harus memberi pelayanan terbaik bagi warga kita yang berada di Jepang. Pastikan WNI yang mengungsi memperoleh kebutuhan, terutama keperluan logistik dan fasilitas medis,” kata Puan dalam keterangan rilisnya, Rabu (3/1/2024).

Seperti diketahui, Jepang diguncang gempa bumi pada Senin (1/1/2024). Berdasarkn informasi,  ada 64 orang yang dinyatakan meninggal dalam gempa dahsyat yang mengguncang Semenanjung Noto dan sekitarnya di Jepang tengah itu.

Otoritas setempat menyebut lebih dari 300 orang mengalami luka-luka akibat gempa, di mana sekitar 20 orang di antaranya mengalami luka parah. Tim penyelamat  masih terus mencari korban akibat gempa di daerah-daerah terpencil. Pasalnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,6 itu menyebabkan bangunan roboh, jalan utama rusak, hingga listrik padam di puluhan ribu rumah warga.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan sampai saat ini belum ada WNI yang menjadi korban gempa bumi di Jepang. Namun, akibat gempa ini, ada 105 WNI yang mengungsi di shelter pengungsian.

KBRI Tokyo dan KJRI Osaka disebut terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan simpul simpul masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai WNI. Puan menegaskan, jangan sampai ada satupun WNI yang tidak mendapat pelayanan. “Bantuan logistik harus cepat disalurkan ke shelter-shelter pengungsian. Terutama kebutuhan bagi bayi, anak-anak, ibu hamil/menyusui, dan lansia,” jelas Puan.

Berdasarkan informasi, WNI yang mengungsi tersebar di tiga lokasi di Jepang yakni di Ogi, Suzu, dan Sakai. Gempa di Jepang tersebut diketahui juga menyebabkan gelombang tsunami di beberapa wilayah tersebut.

“Atas nama pribadi dan DPR, saya menyampaikan dukacita mendalam untuk para korban gempa di Jepang dan keluarganya. Hati seluruh rakyat Indonesia turut merasakan kesedihan yang dirasakan warga Jepang,” tuturnya.

Lanjutnya, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu juga mengingatkan Pemerintah untuk terus memantau keberadaan dan kondisi WNI yang ada di Jepang. Puan mengatakan, keselamatan WNI harus menjadi prioritas.

“Terus berkoordinasi dengan Otoritas Jepang yang masih terus melakukan penyisiran korban, sehingga apabila ada WNI yang menjadi korban, Pemerintah RI dapat segera bertindak untuk membantu warga kita yang membutuhkan,” ucapnya.

Diketahui saat ini pada sistem lapor diri KBRI Tokyo mencatat terdapat 1.315 WNI yang menetap di Prefektur Ishikawa, pusat gempa besar yang terjadi di Jepang awal tahun ini.

Recent Posts

Kemenhaj Panggil Travel Umrah yang Tak Penuhi Hak Jemaah

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, melakukan pemanggilan terhadap…

8 menit yang lalu

DPR: Urus Sertipikat Tanah Mandiri Lebih Murah dan Tanpa Calo!

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mendorong masyarakat…

2 jam yang lalu

Isra Mikraj di Istiqlal, Menag dan Menteri LH Serukan Pesan Ekoteologi

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadirkan nuansa berbeda dalam Peringatan Isra Mikraj 1447…

3 jam yang lalu

Kunjungi NTB, Menhaj: Loyalitas Kita Hanya untuk Negara dan Jemaah

MONITOR, NTB - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan supervisi…

6 jam yang lalu

Isra Mi’raj Momentum Memperkuat Iman dan Amal Sosial

MONITOR - Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi ruang refleksi penting bagi…

7 jam yang lalu

Menteri Imipas: Kedaulatan Pangan Harus Dibarengi Masyarakat Sehat

MONITOR, Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memimpin langsung pelaksanaan layanan pemeriksaan…

9 jam yang lalu