BUMN

Resmi Dioperasikan, Travoy Hub akan Menjadi Kawasan Gathering Point Terintegrasi di Jakarta Timur

MONITOR, Jakarta – Toll Corridor Development (TCD) Taman Mini atau Travoy Hub yang dikembangkan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Related Business (JMRB) resmi beroperasi. Beroperasinya Travoy Hub seiring dengan diresmikannya Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) oleh Presiden RI Joko Widodo, pada Senin, (28/8). Peresmian LRT Jabodebek menandai berjalannya operasional Travoy Hub sebagai pengembangan yang berbasis transit, atau Transit-Oriented Development (TOD) pertama di Indonesia.

Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT JMRB Bayu Nurbaya mengatakan, pada prinsipnya Travoy Hub merupakan pengembangan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang memadukan Stasiun LRT Taman Mini dengan pusat bisnis dan gathering point. Bayu juga menjelaskan, Travoy Hub sebagai tempat pemberhentian dan interkoneksi antar-moda transportasi, dapat menjadi penghubung bagi berbagai moda transportasi publik seperti LRT Jabodebek, bus Trans Jakarta, Jak Lingko, serta pengguna akses jalan tol, sehingga Travoy Hub akan menjadi semacam pusat mobilitas bagi masyarakat.

“Travoy Hub dapat menjadi pusat meeting & gathering baru di kawasan Jakarta Timur, karena akan dilengkapi oleh sejumlah tenant food and beverage, banking, salon, retail, farmasi, dan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komuter dan masyarakat umum. Kami juga mendukung program pemerintah dalam memberdayakan UMKM, sehingga para pelaku UMKM akan diakomodir dengan disediakan sejumlah lokasi usaha di Travoy Hub,” ungkap Bayu.

Bayu kemudian menjelaskan, setelah dioperasikan, Travoy Hub akan berfokus pada proses pemasaran dan pelayanan bagi pengunjung dan pengguna LRT. Seiring dengan itu, kata Bayu, pengembangan Travoy Hub Tahap 2 sedang dilakukan tahap persiapan dan akan segera memasuki masa konstruksi.

“Travoy Hub menciptakan keterhubungan yang mudah, integrasi dengan angkutan umum yang baik, ramah terhadap pejalan kaki dan pengguna sepeda, serta ketersediaan fasilitas ‘park & ride’ yang memadai. Konsep ini diharapkan dapat mendorong budaya masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Hal itu sejalan dengan target Pemerintah untuk menggiatkan fasilitas transportasi umum yang memadai, aman, nyaman, dan terintegrasi,” Bayu menjelaskan.

Travoy Hub sendiri akan segera dikembangkan ke Tahap 2 yang terdiri dari area komersial dengan konsep open space. Pada Tahap 2 juga akan dibangun berbagai prasarana umum seperti rumah sakit dan ruang terbuka hijau, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Recent Posts

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Buya Satria Efendi Tuanku Kuniang(Wakil ketua PCNU Padang Pariaman) Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di…

6 jam yang lalu

Rupiah Tembus Rp18.176 dan IHSG Ambles 4%, Komisi XI Ingatkan Pemerintah Harus Lakukan Intervensi

MONITOR, Jakarta – Pasar keuangan domestik dihantam gelombang tekanan jual masif pada awal pekan ini.…

7 jam yang lalu

47.012 Jemaah Telah Kembali, Menhaj Matangkan Perbaikan Layanan Haji 1448 H

MONITOR, Tangerang — Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan bahwa berakhirnya puncak ibadah…

12 jam yang lalu

Membangun Relasi Kiai-Santri

SuwendiDosen Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fenomena kekerasan seksual (KS) yang dilakukan oleh beberapa…

14 jam yang lalu

Bawa Pesan Presiden Prabowo, Menaker Akan Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 di Jenewa

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli berada di Jenewa, Swiss, membawa pesan Presiden Prabowo…

16 jam yang lalu

5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Minta Jaga Kesehatan

MADINAH – Sebanyak 5.499 jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan tiba di Madinah pada Minggu…

20 jam yang lalu