POLITIK

Netfid Indonesia Soroti Kekuatan Oligarki pada Pemilu Serentak 2024

MONITOR, Jakarta – Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Indonesia sebagai pemantau pada tahapan Pemilu 2024 sudah melakukan kegiatan dalam mengawal proses politik, demokrasi, dan kepemiluan melalui diskusi yang dilakukan secara daring pada Jum’at (18/8/2023).

Dalam hal ini, kegiatan ini mengangkat topik demokrasi dan keterlibatan oligarki dalam Pemilu 2024.

Keterlibatan para oligarki dalam Pemilu 2024 ini disoroti secara skala nasional maupun lokal. Kekuatan-kekuatan oligarki ini diprediksi akan terlibat dalam upaya memenangkan kontestan tertentu pada Pemilu Serentak 2024.

Ketua Umum Netfid Indonesia, M. Afit Khomsani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sesuatu yang inheren menjelang Pemilu Serentak 2024.

“Diskusi Demokrasi, dan Pemilu, dan Olirgarki merupakan hal penting bagi kita, utamanya dalam menyambut Pemilu Serentak 2024,” ujarnya, saat dihubungi pada Jum’at (18/8/2023).

Menurutnya, fenomena tersebut juga masih akan terjadi pada Pemilu, Pilpres, dan Pilkada tahun depan. Di samping itu, ia juga menyoroti mengenai bakal calon presiden yang hanya berasal dari kelompok tertentu.

“Capres hanya kelompok itu-itu saja, dengan relasi bisnis di belakangnya,” sambungnya.

Sementara itu, Wasisto Raharjo Jati sebagai peneliti juga menjelaskan terkait fenomena politik seperti dinasti politik, disinformasi, dan hoaks yang semakin berkembang.

Sebagai peneliti pusat politik pada Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), ia menguraikan bahwa hoaks yang beredar pada 2022 merupakan dalam bentuk campuran

“Sebagian besar hoaks 2022 berbentuk campuran. Hoaks dengan kombinasi antara teks dengan gambar/video ditemukan sebanyak 1345 (79,2%),” imbuhnya

Menurut pengamat politik ini, informasi visual menjadi andalan pembuat hoaks untuk menyampaikan klaimnya. Ia juga menambahkan bahwa demokrasi di Indonesia menurut laporan cenderung mengalami kemunduran.

“Kualitas Demokrasi Indonesia secara nasional perlahan menurun kualitasnya, dua aspek vital yakni kebebasan ekspresi dan penegakan hukum menjadi faktor utama penurunan dan kualitas demokrasi lokal sendiri menurun karena masih tingginya minat elit untuk berkuasa lama lewat nominasi keluarganya, dan permisifnya publik terhadap praktik politik uang,” katanya.

Saat ini, demokrasi di Indonesia masih belum mengalami perkembangan yang signifikan yang mengarah ke arah substansial, melainkan sekadar prosedural.

“Demokrasi di Indonesia, baik skala domestik maupun regional cenderung mengalami kemunduran dan dipenuhi dengan kekuatan oligarki yang menguasai dan mengakumulasi kapital sebanyak-banyaknya,” ujar Imron Wasi saat dihubungi oleh awak media pada Jum’at (18/8/2023).

Manager Riset dan Advokasi Publik Netfid Indonesia ini juga menyoroti kekuatan politik lama dan baru yang mendominasi arena politik lokal yang sewaktu-waktu bisa mengooptasi kepentingan publik.

“Para aktor politik ini, menurutnya, semakin menguasai lembaga-lembaga pemerintahan melalui upaya dukungan yang diberikan kepada kandidat-kandidat tertentu yang sedang ikut kompetisi dalam Pemilu,” tambahnya.

Recent Posts

Indonesia Gaungkan Kolaborasi Industri Masa Depan pada Forum BRICS 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama industri global…

13 jam yang lalu

Apresiasi Kebijakan Afirmasi Pendidikan Prabowo, Rektor UIN Jakarta ajak Semua Pihak Bangun Sinergi Tri Dharma Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengapresiasi kebijakan trasformatif…

17 jam yang lalu

Kemnaker Gandeng Tiga Kampus di Bandung untuk Pengembangan SDM, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

MONITOR, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas…

18 jam yang lalu

Kenaikan Dollar antara Kepanikan dan Rasionalitas Ekonomi

Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Dalam setiap episode diskursus pelemahan rupiah, satu fenomena selalu berulang…

18 jam yang lalu

Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

MONITOR, Jenewa - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan…

22 jam yang lalu

Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar Modus DAM dan Badal Haji, Oknum KBIHU Terancam Dicabut Izinnya

MONITOR, Jeddah -  Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap dugaan praktik…

22 jam yang lalu