SOSIAL

RBC Dampingi Perkembangan Nutrisi dan Gizi Ibu dan Anak

MONITOR, Bandung – Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) konsisten memfasilitasi masyarakat khususnya ibu dan anak dari kalangan dhuafa. Hadir sejak tahun 2004, RBC Sinergi Foundation melayani ribuan layanan kesehatan bagi ibu dan anak hingga usia 2 tahun, secara profesional, ramah dan cepat tanggap.

Dalam rangka merawat cinta, RBC menjadi jembatan kebaikan bagi perempuan sebagaimana rahiim yang dimiliki perempuan yang harus dirawat. RBC memfasilitasi sejak pra persalinan, persalinan, dan pasca persalinan.

Fasilitas pra persalinan dimulai dari pengecekan kehamilan sejak usia 3 bulan. Adapun fasilitas persalinan, RBC mengupayakan persalinan normal. Sedangkan fasilitas pasca persalinan, salah satunya RBC rutin memfasilitasi controlling terhadap pemenuhan nutrisi dan gizi ibu juga bayi.

RBC mengupayakan agar kelahiran member melalui proses normal. Dalam kasus tertentu, RBC mengadvokasi para ibu dhuafa untuk melahirkan dengan jalur operasi. Terlebih pada masalah yang berkaitan dengan gizi dan nutrisi.

Kekurangan nutrisi saat hamil mengakibatkan masalah gizi pada janin. Masalah gizi berdampak pada kualitas generasi yang dilahirkan karena memperlambat pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak, atau berujung stunting.

Ibu Deti, salah satu member atau penerima manfaat RBC. Seorang ibu yang baru saja melahirkan anak ke-3 di RBC. Sejak kelahirannya April lalu, sang bayi terus menerus mengalami penurunan berat badan.

Saat kehamilannya, Ibu Deti tak mampu penuhi makanan penuh gizi. Akibat faktor ekonomi yang tak mencukupi, ia bahkan seringkali menerima makanan dari sang kakak yang tinggal tidak jauh dari rumahnya.

“Makan sehari biasanya suka nasi sama kentang aja, kadang tempe tahu, kadang juga suka dikasih sama tetangga sayur sop. Gak pernah makan daging, ayam, telur aja jarang banget. Bahkan kadang nahan laper karena makanan cuma cukup untuk anak”, katanya kepada Sinergi Foundation mengungkapkan pola makannya saat hamil anak ketiganya.

Terpaut domisili yang jauh dari sang suami, pengasuhan anaknya secara penuh dilakukan oleh dirinya. Dengan adanya program RBC dalam hal pendampingan terhadap gizi ibu dan anak, Ibu Deti dapat merasakan manfaat program tersebut. Ibu Deti kerap mendatangi RBC dengan berjalan kaki demi bisa konsultasi dan mendapatkan layanan kesehatan RBC.

“Saya kan jalan kaki ke RBC, anak-anak suka ikut jalan kaki. Setiap saya mau ke RBC, anak-anak suka nanya ‘mah, adek sekarang berobat lagi?’ gitu katanya” ujar ibu Deti.

Ibu Deti salah satu orang yang tengah berjuang melawan stunting. Pasca mendapat layanan kesehatan cuma-cuma, kini anaknya alami perkembangan yang lebih baik. Hingga kini, Ibu Deti dan ibu lainnya konsisten melakukan controlling ke klinik RBC. Fasilitas kesehatan tanpa biaya yang mampu layani secara profesional bagi kaum dhuafa.

Tak hanya layanan kesehatan, para penerima manfaat RBC mendapatkan penguatan ruhiyah melalui gelaran kajian rutin dan tilawah sebelum menerima layanan. Terdapat nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai Sinergi Foundation yang turut ditumbuhkan kepada member RBC. Misalnya dengan dibekali pelatihan untuk bisa mandiri financial, membangun mental memberi dan simpati terhadap sesama, juga membangun kembali mindset dari penerima menjadi pemberi.

Recent Posts

Sengketa Sawit, Indonesia Minta Izin WTO Bekukan Kewajiban ke Uni Eropa

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan mengajukan permintaan penangguhan konsesi atau  kewajiban lainnya yang ditujukan…

4 jam yang lalu

DPR: Kesepakatan Dagang Indonasia-Amerika Harus Beri Manfaat Seimbang

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menilai rencana kesepakatan persetujuan…

7 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Libatkan UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

9 jam yang lalu

Wujudkan Religiusitas yang Socially Impactful di Bulan Ramadan, Diktis Kemenag Salurkan Santunan untuk Yatim Piatu

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama…

9 jam yang lalu

Kemenag Tantang Rohis Warnai Medsos dengan Konten Islami Positif

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak santri Rohani Islam (Rohis) untuk mewarnai media sosial dengan…

13 jam yang lalu

Pecahkan Rekor 14 Tahun, Pertumbuhan Industri 2025 Lampaui Ekonomi Nasional

MONITOR, Jakarta - Sektor industri pengolahan nasional terus memperkokoh perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.…

16 jam yang lalu