Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
MONITOR, Jakarta – Mencuatnya dugaan kasus pungutan liar (pungli) senilai Rp4 Miliar di lingkungan rumah tahanan (Rutan) KPK menuai sorotan banyak kalangan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta KPK mengevaluasi sistem pengawasan di dalam rutan KPK.
Menurut Sahroni, langkah itu diperlukan menyikapi dugaan pungli di rutan KPK yang jumlahnya mencapai sekitar Rp4 miliar.
“KPK perlu melakukan perbaikan sistem, termasuk pengawasan di dalam rutan KPK,” kata Sahroni kepada awak media, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/6/2023).
Ia menegaskan KPK juga perlu melakukan evaluasi menyeluruh setelah ditemukan dugaan pungli tersebut. Evaluasi yang dilakukan harus tegas dan tidak pandang bulu untuk menindak oknum internal lembaga antirasuah itu.
“Yang pasti, oknum yang diduga terlibat harus dievaluasi semua dan segera dirotasi,” tandasnya.
Sebelumnya, KPK melakukan pergantian terhadap sejumlah petugas rutan KPK seusai temuan dugaan pungli. Jumlah dugaan pungli mencapai Rp4 miliar pada periode Desember 2021-Maret 2022.
“KPK juga langsung melakukan rotasi dari beberapa pegawai di rutan cabang KPK tersebut untuk kemudian memudahkan juga pemeriksaan-pemeriksaan tim penyelidik KPK,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Selasa (20/6/2023).
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan takziah ke rumah keluarga almarhum Affan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa negara hadir untuk rakyat melalui berbagai…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak semua pihak untuk terus menjaga persatuan…
MONITOR, Jakarta - Maraknya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia yang menimbulkan korban dan kerusakan…
MONITOR, Jakarta - Aksi demonstrasi masih terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah. Ada yang berjalan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani kembali memohon maaf apabila kinerja anggota dewan…