OPINI

Presiden Soekarno dan Kentang Mustofa Penyambut Jemaah Haji 2023

Fikriya Maliha
(ASN Kemenag RI, Petugas PPIH Daker Makkah al-Mukarramah)

Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan ke Makkah Al-Mukarramah. Tercatat sampai hari ini sudah ada sekitar 95.000 jemaah di Kota Makkah. Mereka ditempatkan pada sejumlah hotel bintang tiga atau setarafnya, dan mendapat layanan katering tiga kali makan setiap hari.

Menu makanan bervariasi setiap harinya, dengan sajian khas lauk pauk Nusantara, rentang sirkulasi menu awal hari Senin sampai Minggu, lalu kembali ke menu awal.

Proses masakan dilakukan oleh perusahaan katering Arab Saudi yang sudah lolos uji kelayakan baik dari kesiapan perusahaan, bahan baku masakan, peralatan memasak, uji hiegenitas dan juga tenaga memasaknya atau koki.

Para pengawas katering Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergantian melakukan inspeksi dan pengawasan proses memasak makanan yang akan disajikan kepada jemaah haji, baik di pagi hari, siang hari ataupun malam hari.

Penyajian diberikan dalam kemasan box yang sudah lolos uji standar hygenitas. Pada kemasan, tertera keterangan batas mengkonsumsi untuk makan pagi pukul 09.00 siang, makan siang pukul 16.00, dan makan malam pukul 21.00 Waktu Arab Saudi.

Kentang Mustofa

Salah satu menu makanan selamat datang untuk jemaah haji tahun ini baik di Makkah maupun Madinah adalah Kentang Mustofa. Olahan kentang garing khas Nusantara yang sangat terkenal di Tanah Air.

Kentang mustofa merupakan hidangan yang terbuat dari kentang hasil serutan yang digoreng hingga mengering, kemudian ditambahkan bumbu balado dan cabai, dan menjadi salah satu menu makanan kesukaan presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Bung Karno atau Ir. H.
Soekarno.

Chef kepresidenan yang mengolah kentang ini bernama Opo Mustofa, chef asli Arab yang selalu menyajikannya dengan ciamik dan “mak nyus”. Alhasil kentang kering ini menjadi menu utama istana, favorit presiden dan sangat terkenal.

Sesuai petunjuk Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pelayanan dan penyambutan para Tamu Allah selalu diupayakan semaksimal mungkin dengan fasilitas yang sebaik-baiknya, termasuk pada menu awal kedatangan yang disambut dengan menu favorit presiden. Para jamaah haji adalah seperti raja, jadi sudah selayaknya mendapat makanan khas istana.

Tentu makanan yang lezat dan sehat akan membuat suasana hati yang bahagia, sehingga para jamaah haji dapat beribadah dengan khusyu’, tenang dan lancar, dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur. Amin…

Recent Posts

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027 Berhak Lunas, Cek Status dan Siapkan Kesehatan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan daftar nama jemaah haji reguler yang…

15 menit yang lalu

LSAK Soroti Dugaan Praktik Nepotisme Pengangkatan Anak Menhaj sebagai Tenaga Ahli

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Komisi…

34 menit yang lalu

QUTB GLOBAL Apresiasi Konser Andrea Bocelli, Serukan Solidaritas Palestina dan Perdamaian Dunia

MONITOR, Jakarta - QUTB GLOBAL Indonesia mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia dan penyelenggara konser Andrea Bocelli…

14 jam yang lalu

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Siapkan SDM Unggul ke Kancah Internasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka Indonesia Skills Competition (InaSkills) tahun 2026 di…

14 jam yang lalu

Wamen UMKM Dorong Kualitas Penyaluran KUR di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Ditingkatkan

MONITOR, Surabaya – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mendorong peningkatan…

14 jam yang lalu

Gagasan Diplomasi Agama Prof. Nasaruddin Umar Didukung Pemimpin Agama Dunia

MONITOR, Assisi - Gagasan Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin…

18 jam yang lalu