POLITIK

Tandingi Ganjar, Duet Prabowo-Anies Berpotensi Menang Pilpres 2024

MONITOR, Jakarta – Peta pencalonan presiden pada beberapa waktu ke depan diprediksi akan bergerak sangat dinamis dan bahkan bisa memberikan kejutan luar biasa kepada publik. Salah satu dinamika atau kejutan yang mungkin terjadi adalah duet Prabowo Subianto dan Anies Baswedan sebagai pasangan capres-cawapres.

Peneliti Senior Surabaya Consulting Group (SCG), Arif Budi Santoso, mengatakan peluang itu muncul mengingat pendukung kedua tokoh tersebut beririsan. Selain itu, duet keduanya untuk menandingi elektabilitas Ganjar Pranowo yang berpotensi terus naik.

“Dengan membaca tren elektabilitas Ganjar semacam itu, bisa dimungkinkan ada pergeseran kesadaran di antara kubu Prabowo dan Anies untuk mengonsolidasikan diri guna menantang Ganjar dengan melahirkan duet Prabowo-Anies. Hitung-hitungan itu dimungkinkan, sehingga terjadi konsolidasi di antara pendukung Prabowo dan Anies yang sebenarnya sedikit beririsan,” ujar Arif kepada wartawan.

Arif menuturkan angka elektabilitas Ganjar berpotensi terus meningkat karena tingkat popularitasnya belum seoptimal Prabowo dan Anies. Angka popularitas Ganjar di sejumlah survei baru berkisar 80 persen, sedangkan Prabowo dan Anies sudah di atas 90 persen.

Potensi duet antara Prabowo Anies juga bisa jadi ada hubungannya dengan pertemuan antara Prabowo dengan Jusuf Kalla. Belum diketahui secara spesifik isi pertemuan itu. Namun, bisa jadi membahas soal koalisi dan duet antara Prabowo dan Anies.

Diketahui bahwa JK merupakan sosok yang sejak lama meberikan dukungan kepada Anies, misalnya dalam Pilgub DKI jakarta lalu.

Di Pilpres 2024, JK juga bahkan sudah mengusulkan sejumlah nama untuk menjadi cawapres Anies. Namun, nama-nama tersebut masih dalam pembahasan partai pendukung Anies, antara lain NasDem, PKS, dan Demokrat.

Di sisi lain, Arif berkata pencalonan Ganjar Pranowo sebagai game changer pembuka dari semua permainan catur politik Pilpres 2024.

Arif mengatakan bahwa Ganjar telah mengubah skenario-skenario, baik itu skenario Koalisi Indonesia Bersatu (PPP, Golkar, PAN), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (Gerinda dan PKB), bahkan Koalisi Perubahan (NasDem, PKS, Demokrat).

Lebih dari itu, dia berkata kebutuhan konsolidasi internal partai politik untuk mengamankan suara pemilihan legislatif 2024 merupakan salah satu variabel penting dalam penentuan capres-cawapres.

Arif mencontohkan, majunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres akan mengonsolidasikan kekuatan Demokrat, sehingga suaranya akan aman.

“Dengan kalkulasi politik semacam itu, bandul politik bisa terus berubah. Caturnya masih terus dimainkan, sembari tentu harus menghitung presidential threshold,” ujar Arif.

Recent Posts

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

MONITOR, Jakarta - Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten…

27 menit yang lalu

Lindungi Peternak-Konsumen, Mentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat DOC hingga Daging Sapi

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Badan…

2 jam yang lalu

Klinik UMKM Bangkit Diluncurkan di Sumbar Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana

MONITOR, Sumatera Barat - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meresmikan Klinik UMKM Bangkit…

3 jam yang lalu

Kemenag-Australia Awards Indonesia Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat…

3 jam yang lalu

Rumuskan kebijakan, Prof Rokhmin dorong KKP perkuat hilirisasi dan daya saing produk laut

MONITOR, Jakarta - Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi sumber daya laut terbesar di dunia…

3 jam yang lalu

Jabar Jadi Jalur Transit TPPO, Rieke Diah Pitaloka Ingatkan Peran Imigrasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan bahwa tindak pidana…

5 jam yang lalu