PARLEMEN

Konflik Sudan Memanas, Senator Jogja Dorong RI Berperan Aktif

MONITOR, Yogyakarta – Ditengah gegap gempit takbir di Tanah Air, masyarakat di Sudan justru dalam kondisi yang memprihatinkan akibat perseteruan dua jenderal elit yang sama-sama memimpin pasukan kuat, yaitu Mohamed Hamdan Dagalo dan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan. Konflik ini memuncak saat menjelang akhir Ramadlan dan menjadi perhatian dunia.

Keprihatinan itu, diantaranya disampaikan oleh Senator Republik Indonesia, Hilmy Muhammad, di sela-sela perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut juga mendesak Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berperan aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian di jantung benua Afrika itu.

“Kami sangat prihatin atas perang saudara ini. Lebih menyedihkan lagi ini terjadi di bulan Ramadlan yang intinya kita diminta untuk menahan diri. Perang bahkan terjadi saat Idul Fitri, yang semestinya kita semua berbahagia merayakannya. Dalam kondisi yang genting ini, kami mendesak pemerintah untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian di negeri Sudan,” ujar alumni Khartoum International Institute for Arabic Language, Sudan tersebut kepada awak media.

Selain bantuan diplomasi sebagaimana diamanatkan dalam UUD NRI 1945 untuk turut menjaga perdamaian dunia, anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut juga mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan kemanusiaan serta mengevakuasi WNI yang masih tertahan di Negeri Dua Nil itu.

“WNI kita di Sudan cukup banyak. Jadi pemerintah perlu mengupayakan sesegera mungkin proses evakuasi. Sambil mengevakuasi, kita juga bisa mengirimkan bantuan kemanusiaan. Kami berharap pemerintah tidak menunggu suasana semakin genting dan korban bertambah,” kata Gus Hilmy.

Menurut Gus Hilmy, potensi Indonesia untuk ikut dalam perundingan di Sudan sangat besar mengingat dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Joko Widodo melakukan kerja-kerja diplomasi dengan sangat baik, seperti upaya perdamaian Ukraina – Rusia dan R-20.

Terlebih lagi, Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan pemerintah Sudan, terutama dalam bidang pendidikan.

“Kami optimis kalau suara kita akan didengar. KIta punya sudah punya track record yang baik dalam upaya diplomasi. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah kita punya beberapa kerja sama yang ditandatangani tahun lalu, di antaranya dalam bidang politik, ekonomi, sains, dan utamanya pendidikan. Ditambah lagi terkait salurah diplomasinya, bisa lewat PBB atau lewat OKI, yang baik Indonesia maupun Sudan sama-sama menjadi anggotanya,” kata Gus Hilmy optimis.

Recent Posts

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

5 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

6 jam yang lalu

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

9 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

12 jam yang lalu

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

15 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

16 jam yang lalu