Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
MONITOR, Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan pengecekan kesiapan bea cukai bandara Soekarno Hatta dalam menyambut lonjakan kedatangan penumpang jelang mudik lebaran, Minggu (9/4/2023) sore.
Ditemani oleh Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Sri Mulyani meninjau seluruh aspek kesiapan dari hulu ke hilir. Mulai proses pelayanan bagasi penumpang, penjaluran penumpang menuju green dan red line, pemeriksaan barang (melalui x-ray dan fisik bagasi), pelayanan IMEI (registrasi hingga pembayaran), dan profiling penumpang.
“Senang sekali melihat kesiapan para petugas DJBC yang terus meningkat dan semakin matang dalam memberikan pelayanan kepabeanan dan cukai. Saya juga pastikan, seluruh layanan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Sri Mulyani saat kunjungan kerja ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Ketika sedang melakukan peninjauan, ia juga berbincang dengan para pegawai yang bertugas. Sri Mulyani melihat mereka antusias dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya sampaikan terima kasih atas kesiapan seluruh jajaran DJBC, terus jaga profesionalisme dan berikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Mari jaga bersama kepercayaan masyarakat terhadap DJBC dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia,” ucapnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum…
MONITOR, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.684 kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada…
MONITOR, Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga…
MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci…
MONITOR, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti…