Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian (dok: Instagram Hetifah)
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian turut merespon kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, yang meminta pelajar SMA/SMK masuk sekolah pukul 05.00 WITA.
Hetifah mengatakan, pemberlakuan kebijakan itu harus lebih dulu diterapkan di lingkungan kantor Pemerintah Provinsi NTT, apabila ditujukan untuk meningkatkan kinerja. Ia pun menyarankan pihak Pemprov NTT melakukan kajian ilmiah terlebih dahulu.
“Karena seharusnya, sebelum memberlakukan kebijakan masuk sekolah pukul lima pagi, seharusnya Pemprov lebih dulu membuat kajian ilmiah,” ucap Hetifah dalam keterangannya, Jumat (3/3/2023).
Menurut Hetifah, kebijakan masuk sekolah pukul 5 ini tidak memberikan dampak yang berarti bagi etos belajar siswa. Justru menurutnya sangat tidak masuk akal.
“Aturan masuk siswa SMA/SMK di Nusa Tenggara Timur (NTT) pukul 5 pagi, tidak ada evidence yang menunjukkan bahwa sekolah sepagi itu meningkatkan etos kerja dan etos belajar, alasannya nggak masuk akal,” tegas Waketum DPP Partai Golkar ini.
MONITOR, BEKASI – Gedung Juang Tambun bukan sekadar bangunan bersejarah. Di tempat yang menjadi simbol…
MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…
MONITOR, Denpasar — Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan jemaah haji Indonesia pada fase Mina, khususnya…
MONITOR, Jakarta — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bantuan…