BISNIS

Cetak Uang dari Ternak Ulat Kandang

MONITOR – Siapa sangka budidaya ulat kandang bisa menjadi prospek usaha yang menjanjikan karena permintaan pasar yang tinggi sementara masih jarang atau sedikit yang membudidayakannya. Peluang tersebut yang kemudian dimanfaatkan Harun menjalankan usaha budidaya ulat kandang di Desa Babakan, Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Sebagai informasi ulat kandang sendiri memang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi untuk dibudidayakan secara intensif pasalnya permintaan akan ulat kandang sebagai pakan alami maupun alternatif hewan peliharaan selalu saja mengalamai peningkatan. cara ternak ulat kandang juga tergolong mudah dan tidak membutuhkan tempat yang luas.

Nah, bagaimana cara membudidayakan ulat kandang dan prospek usahanya? simak selengkapnya hanya di channel youtube agromaritim disini.

Recent Posts

Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…

55 menit yang lalu

Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking, Percepat Izin Investasi

MONITOR, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin jalannya Sidang Debottlenecking yang ke-5…

3 jam yang lalu

Mudik 2026, Masjid Bekasi Sediakan Tempat Istirahat dan Takjil 24 Jam

MONITOR, Jakarta - Program Masjid Ramah Pemudik mulai beroperasi di sejumlah wilayah. Di Bekasi misalnya,…

5 jam yang lalu

Tercatat 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Berhasil Pulang ke Tanah Air

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Staf Teknis Urusan Haji terus…

8 jam yang lalu

DPR Desak ASDP Perketat Keamanan Kapal Merak-Bakauheni Jelang Mudik

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mendorong PT ASDP Indonesia Ferry…

14 jam yang lalu

Konflik Timur Tengah Memanas, Komnas Haji: Keputusan Arab Saudi Jadi Penentu Keberangkatan Haji 2026

MONITOR, Ciputat – Menjelang pemberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana ibadah haji 2026 M/1447 H yang…

19 jam yang lalu