PARLEMEN

Taufik Basari Minta KUHP Baru Dipahami Menyeluruh

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari meminta semua pihak memahami secara menyeluruh Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang telah disahkan DPR RI.

“Mari kita lihat KUHP ini secara menyeluruh. Jadi, KUHP ini terdiri dari sua buku. Buku I dan Buku II,” ucap Taufik Basari dalam diskusi bertajuk ‘Diskursus HAM dalam Pembaharuan KUHP’, belum lama ini.

Taufik menjelaskan, Buku I KUHP berisi asas-asas hukum pidana dan ketentuan-ketentuan umum yang menjadi panduan serta pedoman pelaksanaan Buku II. Sedangkan Buku II berisi delik-delik atau rumusan bentuk-bentuk perbuatan dan sanksi atas perbuatan-perbuatan tersebut.

“Penting bagi kita semua untuk memahami, ketika aparat penegak hukum, pengadilan mengimplementasikan delik-delik dalam buku II, maka harus dibaca dalam satu nafas dengan buku I,” tegasnya.

Menurut Legislator NasDem itu, KUHP yang dipakai hukum Indonesia saat ini sudah tidak sejalan dengan perkembangan ilmu hukum pidana dan asas pemidanaan.

“KUHP sekarang dirumuskan akhir abad 19, ada keterbatasan asas hukum pidana yang berlaku saat itu. Ada banyak perkembangan hukum pidana setelah abad 19. Proses pemidanaan juga banyak mengalami perubahan. Kalau dulu proses pemidanaan masih retributif, lex talionis yaitu pidana pembalasan atas suatu perbuatan,” jelasnya.

Sedangkan dalam KUHP yang baru baik Buku I dan Buku II jauh lebih baik dan progresif serta memuat pembaharuan-pembaharuan asas pidana di banding KUHP eksisting.

“Buku I ini sudah memuat asas hukum pidana yang lebih modern dan lebih baik. Pendekatan pemidanaannya bersifat restoratif, korektif dan rehabilitatif,” pungkasnya.

Recent Posts

Rukun, Kompak dan Bahagia, Warga RT 03 Perumahan Muslim Alfalaah 3 Gelar Family Gathering

MONITOR, Cisarua - Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, warga Perumahan Muslim Alfalaah…

22 menit yang lalu

Pajak JHT Jadi Polemik, Legislator: Negara Harusnya Beri Rasa Aman ke Pekerja di Tengah Ancaman PHK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti soal polemik pengenaan tarif pajak…

2 jam yang lalu

Komisi XIII DPR Soroti Pengadaan Gembok Ditjenpas yang Dalam 2 Tahun Capai Hingga Rp 92 M, Minta Ada Audit

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyoroti program pengadaann gembok…

2 jam yang lalu

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

13 jam yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

16 jam yang lalu

Puan Hormati Putusan MK Soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal…

16 jam yang lalu