Pengacara Brigadir J, Johnson Panjaitan
MONITOR, Jakarta – Tim kuasa hukum Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J jengkel ketika tak diundang untuk hadir menyaksikan reka adegan rekonstruksi kasus pembunuhan kliennya, yang menyeret nama mantan petinggai Polri Ferdy Sambo, pada Selasa (30/8/2022) kemarin.
Pengacara Brigadir J, Johnson Panjaitan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap aturan penyidik Polri manakala reka adegan tak dibuka secara terang benderang.
Dalam wawancara di stasiun TV swasta, Johnson menyebut pihaknya akhirnya pulang untuk menonton reka adegan kasus melalui media massa. Ia juga menyebut pernyataan Kapolri soal transparansi rekonstruksi ulang sama halnya membohongi rakyat.
Saat ditanya reka adegan rekonstruksi kasus, Johnson mengaku tak tertarik melihat adegan per adegan. Dirinya justru menyoroti adegan saat Ferdy Sambo memeluk istrinya Putri Candrawati sebelum reka adegan selanjutnya.
Ia pun mencibir adegan tersebut seolah-olah tidak terjadi masalah apa-apa, justru seolah menggambarkan keluarga yang harmonis dan bahagia.
“Tak ada yang menarik, bagi saya yang menarik itu justru ketika adegan pelukan. Itu terlihat seperti gambaran keluarga yang harmonis, calon pemimpin masa depan, calon sosok Kapolri masa depan,” cibir Johnson Panjaitan saat menanggapi adegan Ferdy Sambo.
MONITOR - Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) menggelar Pidato Kesusastraan HISKI 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Sastra…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah terus…
MONITOR, Jakarta - Penyedap rasa adalah kunci kelezatan masakan. Dalam perdebatan kuliner modern, nama MSG…
MONITOR, Natuna - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kepulauan Riau mengawal ekspor perdana ikan…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri manufaktur karena merupakan penggerak dan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di…