HUMANIORA

Ketua Dewan Pakar Senawangi: Wayang sebagai Cermin Sosial, Politik, dan Budaya

MONITOR – Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) menggelar  Pidato Kesusastraan HISKI 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Sastra Wayang, Jumat (30/1/2026), di Auditorium Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo. Acara ini sejatinya menghadirkan Ketua Dewan Pakar Senawangi, Dr. Sri Teddy Rusdy, S.H., M.Hum., sebagai pembicara utama.

Ketum HISKI, Prof Dr. Novi Prof. Dr. Anoegrajekti, M.Hum membacakan naskah yang berjudul Wayang sebagai Cermin Kehidupan dan Falsafah Hidup Lintas Zaman, Prof Novi menyampaikan bahwa wayang bukan sekadar tontonan tradisional, melainkan medium refleksi filosofis yang merekam kompleksitas kehidupan manusia.

“Wayang mengandung nilai-nilai universal tentang keberanian menghadapi tantangan, pengorbanan demi kebenaran, cinta yang melampaui batas sosial, serta pencarian makna hidup yang tidak pernah usai,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan wayang tidak berhenti pada pertunjukan panggung, tetapi juga hidup dalam sastra wayang. Melalui teks, dialog, dan narasi, nilai-nilai wayang dapat dibaca ulang dan ditafsirkan sesuai konteks zaman.

“Sastra wayang membuka ruang diskusi yang luas, mulai dari isu politik dan kepemimpinan, relasi kuasa dalam masyarakat, hingga refleksi spiritual yang menuntun manusia mencari keseimbangan hidup,” terangnya.

Peluncuran buku Sastra Wayang disebut sebagai penanda penting bahwa tradisi tidak boleh membeku. Buku tersebut menghadirkan beragam kajian yang menempatkan wayang sebagai teks terbuka dan dinamis. Intrik politik dalam lakon wayang dipahami sebagai cermin dinamika kekuasaan yang juga hadir dalam kehidupan modern.

Sementara itu, kisah-kisah heroik tokoh wayang dibaca sebagai bentuk patriotisme yang menuntut keberanian, kesetiaan, dan pengabdian nyata kepada kepentingan bersama.

Salah satu perhatian utama dalam pidato tersebut adalah pembacaan kritis terhadap posisi perempuan dalam dunia pewayangan. Prof Novi menekankan bahwa tokoh perempuan dalam wayang tidak selayaknya dipandang sebagai pelengkap cerita. Sebaliknya, mereka memiliki peran strategis, daya tawar, dan kekuatan simbolik yang relevan dengan diskursus kesetaraan gender saat ini. Perspektif ini membuka ruang dialog antara tradisi sastra dan isu sosial kontemporer.

Pidato Kesusastraan 2026 juga menyoroti kemampuan wayang beradaptasi dengan perkembangan zaman. Wayang tidak hanya hadir dalam bentuk klasik, tetapi juga bertransformasi ke berbagai medium, seperti seni rupa, motif batik, pertunjukan inovatif, hingga platform digital. Kehadiran wayang dalam animasi, komik, dan media daring dinilai sebagai strategi kultural untuk menjangkau generasi muda tanpa kehilangan nilai filosofis yang menjadi ruh tradisi.

Selain dimensi budaya, aspek sosial dan ekonomi turut menjadi perhatian. Pertunjukan wayang disebut selalu bergerak seiring denyut kehidupan masyarakat. Kondisi ekonomi rakyat memengaruhi intensitas pementasan, jumlah penonton, hingga cara lakon disajikan. Hal ini menegaskan bahwa wayang tidak berdiri di luar realitas, melainkan tumbuh bersama masyarakat yang menopangnya.

Melalui kegiatan ini, wayang ditegaskan sebagai warisan budaya yang terus hidup, berdialog, dan bertransformasi. Pidato Kesusastraan 2026 dan peluncuran buku Sastra Wayang diharapkan memperkuat kesadaran publik bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk memahami manusia, masyarakat, dan kebudayaan dalam konteks masa kini dan masa depan.

Recent Posts

Dialog Publik di Palu Soroti Peluang Kader PMII Pimpin PBNU

MONITOR, Palu - Kontestasi menuju Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat di berbagai…

7 jam yang lalu

Politisi PDI Perjuangan Ultimatum Menteri ESDM: Evaluasi IUP Bermasalah di Aceh Sebelum 17 Agustus

MONITOR, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, mendesak Menteri Energi dan Sumber…

17 jam yang lalu

Evaluasi Haji Tak Boleh Berhenti di Laporan, Menhaj Dorong Perbaikan Sistem

MONITOR, Denpasar - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji…

17 jam yang lalu

Makesta Raya Perkuat Ideologi Aswaja dan Tradisi NU di Kalangan Pelajar Yayasan Al Fattah Tegalgandu

MONITOR, Brebes – Ratusan peserta didik baru SMP NU dan SMA NU Al Fattah Tegalgandu…

1 hari yang lalu

Legislator Sambut Baik Putusan MK soal Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Minta Operator Segera Sesuaikan Layanan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu

Waka DPR Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting dan Punya Kesempatan Sekolah yang Baik di Momen HAN 2026

MONITOR, Jakarta - Masih dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli,…

2 hari yang lalu