Senin, 26 September, 2022

Kemenperin Poles Desain IKM Rajut di Kalimantan Selatan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) meningkatkan daya saingnya melalui pengembangan desain dan perbaikan mutu produk.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri atau DAPATI yang dikoordinasikan oleh satuan-satuan kerja di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin.

Sebagai salah satu satuan kerja di bawah BSKJI Kemenperin, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru menyelenggarakan kegiatan dari program DAPATI dalam bentuk Konsultansi Teknis Desain dan Tenun Menggunakan Kartu.

Kegiatan ini diikuti delapan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kalimantan Selatan pada 9-11 Agustus 2022. Kedelapan IKM tersebut, yakni Najwa Banjarbaru, De Cawan, Windy’s Collection, Tia Hanif, Khansa Handmade, Alisya Craft, Rabita, dan Kantan Sasirangan. Adapun narasumber desain yang hadir adalah Mentari Widyani Prameswari selaku fesyen desainer dan narasumber untuk tenun menggunakan kartu, yaitu Anastasia Kartika Santati yang saat ini menjadi pengusaha rajut dan tenun.

- Advertisement -

“Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan konsultansi teknis pengembangan desain dan mutu produk rajut melalui Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) BSPJI Banjarbaru pada IKM Najwa Banjarbaru,” kata Kepala BSKJI Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

DAPATI merupakan program yang memberikan bantuan pelayanan jasa konsultansi kepada pelaku IKM. Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan IKM dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, nilai tambah, daya saing dan kemandirian industri.

“Para pelaku IKM perlu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjalankan usahanya agar mampu bertahan dengan menyesuaikan bisnis ke arah yang lebih produktif dan efisien. Program konsultansi teknologi DAPATI ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk IKM,” tutur Doddy.

Pada praktikum konsultansi teknis desain, materi yang diajarkan meliputi penentuan konsep produk (konsep desain, pembuatan moodboard) dan evaluasi konsep produk. Sedangkan, untuk konsultansi teknis tenun menggunakan kartu, dibahas tentang cara pembuatan kartu tenun menggunakan karton, serta tenun menggunakan kartu tingkat pemula (pengenalan metode/pola, pola GTT sederhana, cara mengawali dan menyudahi tenunan).

Setelah mengikuti konsultansi teknis desain dan tenun menggunakan kartu tersebut, para pelaku IKM diharapkan dapat mengaplikasikan materi yang telah didapatkan ke dalam produk mereka sehingga tercipta produk dengan kombinasi warna yang lebih menarik, ragam motif yang lebih beragam, serta dapat mengkombinasikan teknik rajut dengan teknik tenun menggunakan kartu.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER