MEGAPOLITAN

Kelompok Mahasiswa Desak Jokowi Copot Kapolri

MONITOR, Bekasi – Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah cabang Bekasi Raya dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Bani Saleh Kota Bekasi mendesak Presiden Jokowi agar mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tuntutan ini berkaitan dengan proses penegakkan hukum internal kepolisian yang tak kunjung menemui titik terang.

“Kami mendesak Presiden Jokowi agar segera mengevaluasi dan mencopot Kapolri karena tidak amanah dalam menegakkan keadilan hukum di Indonesia,” desak Ketua Umum PC IMM Bekasi Raya Muhammad Sandi, Sabtu (20/8/2022).

Selain itu, ada sejumlah tuntutan yang dibacakan dalam pernyataan sikap tersebut antara lain; menagih janji transformasi wajah polri kedepan yaitu pelayanan publik terintegrasi modern mudah dan cepat, lebih tepat dan mampu menyelesaikan permasalahan secara tuntas; pemeliharaan Kamtibmas dan penegakan hukum yang prediktif; bertanggung jawab dan transparan serta menjamin rasa keadilan masyarakat.

Tuntutan lain meminta agar pihak kepolisian mengedepankan kemampuan untuk mampu memprediksi situasi dan kondisi menjadi isu dan permasalahan serta potensi gangguan kamtibmas berdasarkan analisa fakta dan data dengan kemajuan dan teknologi informasi.

“Mengevaluasi Kapolri karena tidak mampu menjaga kamtibmas dan membuat masyarakat resah terhadap penegakan hukum di internal polri serta mendesak presiden untuk mencopot petinggi kepolisian yang terbukti malanggar dan melindungi oknum-oknum tertentu dalam proses peradilan hukum,” tegasnya.

Ditempat lain M. Jafar Shaddiq selaku presiden mahasiswa BEM STMIK Bani Saleh mendorong agar Komisi Informasi Republik Indonesia (KI RI) ikut serta dalam mengawasi proses hukum, menjamin keterbukaan informasi publik sehingga tidak menimbulkan kesimpang-siuran informasi.

“Dalam hal pengawasan penegakkan hukum yang dilakukan oleh internal kepolisian seharusnya ada pula pihak yang terlibat mengawasinya, seperti Komisi Informasi Pusat (KIP) misalnya. Karena masyarakat butuh kebenaran informasi mengenai penanganan kasus ini. Ya jangan terjadi lagi tebang pilih atau hukum negara kita ini hanya tajam ke bawah”. Jelasnya.

Poin penyataan tersebut dipastikan akan disampaikan langsung kepada pihak istana untuk seterusnya menjadi bahan renungan bagi presiden Jokowi.

“Kami akan kirim secepatnya ke Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Recent Posts

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

10 jam yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

12 jam yang lalu

Puan Hormati Putusan MK Soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal…

12 jam yang lalu

Puan Dorong Penetapan Komisaris BUMN Diambil dari Orang Profesional dan Kompeten

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar penetapan pejabat di lingkup Badan…

13 jam yang lalu

Sambut Kepulangan PPIH Daker Madinah dan Bandara, Wamenhaj Sampaikan Apresiasi atas Suksesnya Haji 2026

MONITOR, Tangerang – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyambut langsung kepulangan…

19 jam yang lalu

Konsolidasi Nasional PSGA 2026: Sahkan 4 Rekomendasi Strategis Kampus Inklusif

MONITOR, Cirebon - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI melalui Subdirektorat Penelitian…

22 jam yang lalu