Komisioner Komnas HAM Choirul Anam/ dok: Kompas
MONITOR, Jakarta – Penyelidikan terhadap kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, masih berlangsung. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, keterangan para ajudan Irjen Ferdy Sambo sangat penting diperlukan untuk mengungkap kasus tersebut.
“Jadi memang salah satu tugas Komnas HAM yang paling penting adalah membuat rangkaian peristiwa. Jadi ADC (ajudan) ini menjadi salah satu pilar utama dalam konstruksi peristiwa dan bagaimana melihat peristiwa kematian Brigadir J ini,” ujarnya di kantor Komnas HAM, belum lama ini.
Adapun pemeriksaan para ajudan Irjen Ferdy Sambo yang sudah berlangsung, dihadiri oleh ke enam ajudan. Dari keenam ajudan, Bharada E juga dihadirkan dalam pemeriksaan.
Diketahui, Bharada E sendiri merupakan ajudan Ferdy Sambo yang diduga terlibat baku tembak dengan Brigadir Yoshua di rumah singgah Irjen Sambo, Jumat (8/7/2022) lalu.
MONITOR, Jakarta - Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) ditetapkan…
MONITOR, Kediri - Kementerian Agama menggelar kegiatan ‘Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri’ di…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, serta para menteri Kabinet…
MONITOR, Serpong - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar M.A. Ph.D. memaparkan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus…
MONITOR, Bandung - Suasana haru dan penuh semangat Ramadan terasa di Masjid Ibnu Umi Maktum,…