Jumat, 1 Juli, 2022

Wamenag: Jangan Jadikan Simbol Agama jadi Bahan Olokan

Tsani karyawan di PT Ide Media Komunika, sektor media online.. sejak

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengingatkan semua kalangan agar tidak menjadikan simbol agama sebagai bahan olokan atau guyonan, karena hal tersebut dapat melukai perasaan umat beragama yang bersangkutan.

“Apapun alasannya tindakan tersebut tidak etis dan tidak dibenarkan oleh agama dan peraturan perundang-undangan. Perbuatan tersebut dapat dikatagorikan sebagai perbuatan SARA,” jelas Zainut dalam keterangannya, Jumat (17/6/2022).

Dijelaskan Zainut, kebebasan menyampaikan pendapat apakah itu bentuknya kritik maupun saran hendaknya dilakukan dengan cara yang santun, bijak dan menghormati etika, tidak dengan cara yang satkastik dan melanggar norma susila, hukum dan agama.

- Advertisement -

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak dan hati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan cepat memposting atau menyebarkan berita, baik berita yang berupa foto, video, meme atau konten narasi yang mengandung ujaran kebencian, fitnah dan SARA,” serunya.

Politikus PPP ini meminta agar pihak kepolisian mengusut pihak-pihak terkait postingan meme stupa Borobudur mirip Presiden Jokowi. Ia meminta agar oknum pelaku dihukum sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

“Saya mengajak kepada para tokoh dan elit masyarakat untuk membangun budaya politik santun yang dilandasi nilai-nilai luhur, akhlak mulia dan berkeadaban. Berperilaku proporsional dan tidak berlebihan dalam menyampaikan pendapat maupun kritik, sehingga tidak menimbulkan polemik dan kegaduhan,” imbuhnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER