Ilustrasi
MONITOR, Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan hasil tes online calon imam masjid untuk Uni Emirat Arab (UEA). Pengumuman ini disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib.
“Tes online calon imam masjid untuk UEA ini diikuti sebanyak 211 peserta yang sebelumnya lulus pada tahap administrasi. Setelah dilakukan berbagai pertimbangan, akhirnya sebanyak 104 peserta dinyatakan lulus oleh tim penguji,” ujar Adib dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/6).
Pengumuman Hasil Tes Online Calon Imam Masjid untuk UEA dapat dilihat pada laman bimasislam.kemenag.go.id. pilih menu Seleksi Calon Imam Masjid atau unduh pada tautan berikut https://bit.ly/HasilSeleksiOnline2022.
Adib menjelaskan, para calon imam masjid untuk UEA yang telah dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti tes wawancara yang dilakukan secara luring di Hotel Mercure Cikini Jakarta pada Selasa, 7 Juni 2022.
“Mereka yang dinyatakan lulus tes online nantinya akan mengikuti tes wawancara secara offline di Jakarta. Tesnya akan dilakukan dari pihak UEA,” kata mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini.
Sebelumnya, Kemenag melakukan penyeleksian administrasi terhadap 265 peserta yang mendaftar menjadi calon imam masjid untuk UEA. Dari jumlah itu, sebanyak 211 peserta dinyatakan lulus tahap administrasi dan mengikuti tes online selama dua hari pada Kamis hingga Sabtu, 2-4 Juni 2022.
MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…
MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…
MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…
MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…