PEMERINTAHAN

Bimtek Produksi Benih Padi Berbasis Ramah Lingkungan di Ngawi

MONITOR, Ngawi – Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR gelar bimbingan teknis produksi benih padi berbasis ramah lingkungan di Hotel Notosuman, Kab. Ngawi.

Kegiatan bimtek dihadiri Plh. Direktur Perbenihan, Anggite Komisi IV DPR RI, Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ngawi dan kelompok tani milenial.

Sekertaris Dinas Pertanian dan Pertanian Kab Ngawi Eka Sri Rahayu mengungkapkan, Ngawi salah satu lumbung padi terbesar nomor 1 di Jawa Timur dengan produksi tahun 2021 mencapai 818,62 ribu ton GKG dan berkontribusi sebagai penyangga pangan nasional. Luas areal tanam padi Ngawi tahun ini sekitar 146.816 ha, dengan kebutuhan benih + 3.670,4 ton.

“Dibandingkan tahun 2020, produksi padi di Ngawi mengalami penurunan sebanyak 35,61 ribu ton (0,3%), salah satunya disebabkan oleh hama dan kelangkaan pupuk subsidi” ungkap Eka.

Plh. Direktur Perbenihan Takdir Mulyadi mengapresiasi terlaksananya Bimtek ini atas inisiasi dan kerjasama Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Drs Ibnu Multazam.

“Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam membuat benih padi secara insitu, mandiri untuk mendukung kawasan padi Ngawi yang dikelola berbasis ramah lingkungan berkelanjutan sehingga meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani”, ulas Takdir.

Takdir menambahkan, petani akan dilatih untuk membuat pestisida nabati dan pupuk organik ramah lingkungan sebagai jawaban mengatasi kelangkaan pupuk subsidi sekaligus mengembalikan ekologi tanah.

“Jika petani terus menggunakan pupuk organik secara berkelanjutan, tanahnya akan semakin subur, menghemat biaya produksi, hasil beras lebih sehat, dan produktivitasnya semakin tinggi dari 6 ton menjadi 9 ton per ha” tambah Takdir

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Fraksi PKB Ibnu Multazam mengatakan bahwa, para petani milenial di Ngawi harus berfikir untuk membuat benih padi dalam rangka mendukung kesiapan benih pertanian padi konsumsi, karena Ngawi sebagai penyangga produksi Nasional, maka dari hulu sampai hilir harus terjaga dari mulai membuat benih, budidaya sampai produksinya.

“Petani milenial Ngawi agar berfikir modern dengan inovasi penggunaan alsintan modern tidak lagi tradisional, hal ini akan meningkatkan produksi dan produktivitas hampir 90%. Dalam penggunaan alsintan modern terbukti menurunkan nilai kehilangan hasil sekitar 20%, ” tutur Ibnu.

Ibnu mengungkapkan bahwa akan terus mensuport agar petani milenial di Ngawi terus bersemangat meningkatkan produktivitas padi yang dikelola secara organik, tumbuhnya petani-petani produsen Ngawi dan semakin sejahtera.

“Tak kalah penting, system pengelolaan berbasis organic dan petani Ngawi menjadi tuan rumah di negerinya sendiri” tegas Ibnu

Terpisah Dirketur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menerangkan bahwa Hal ini selaras dengan Program Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Bapak Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo yaitu Kemandirian benih padi Berbasis Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan.

“Kementerian Pertanian terus mendukung peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih bersertifikat. Disamping itu, lahan pertanian saat ini semakin mengecil, sementara kebutuhan pangan semakin meningkat” jelas Suwandi

upaya pemerintah adalah memberikan apresiasi bagi pelaku usaha pertanian yang melakukan budidaya pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan dan melakuan trobosan-trobosan, inovasi dalam budidaya pertanian.

“Sesuai arahan bapak menteri terus lakukan inovasi-inovasi budidaya pertanian dengan cara yang sehat, ramah lingkungan untuk menekan biaya produksi namun produksi tetap meningkat sehingga ke depan pertanian indonesia bisa maju,mandiri,modern” tutup Suwandi

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

13 jam yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

15 jam yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

1 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

1 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

1 hari yang lalu