Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih
MONITOR, Jakarta – Sejumlah sektor pariwisata kembali dibuka disertai kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat pasca pandemi. Kendati demikian, Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai adanya kejanggalan terkait aturan kebijakan wajib tes PCR bagi pelaku perjalanan luar negeri yang hendak kembali masuk ke Indonesia.
Diketahui, para pelaku perjalanan dalam negeri bebas melenggang dengan hanya cukup tes antigen jika bepergian dengan pesawat.
“Ini kok lucu ya? Kita ingin pulang ke Indonesia kok malah disuruh tes PCR lagi, padahal sudah vaksin lengkap juga,” ujarnya.
Ia pun mengaku mendapat kabar untuk melakukan tes PCR terlebih dahulu, ketika hendak mengurus perjalanan pulang dari Singapura.
Dari sejumlah syarat masuk Bandara I Gusti Ngurah Rai, tercantum wajib memiliki dokumen hasil tes PCR 2×24 jam dari bandara asal di luar negeri. Kemudian wajib juga tes PCR nagi penumpang yang belum mendapat vaksin covid-19 atau suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius.
Menurut Politikus Golkar itu, apabila sudah vaksin lengkap, maka kewajiban tes PCR di bandara asal tidak perlu diterapkan. Namun apabila kemudian penumpang itu hasil tes PCR positif, maka dia harus menginap di Singapura untuk karantina.
“Masalahnya ini jadi bisnis untuk Singapura, kita harus (stay) tinggal di Singapura lagi. Ini hotel penuh di Singapura, yang untung mereka, bukan negara kita. Lucu kalau Indonesia justru membatasi diri sendiri, mestinya cukup antigen saja,” tandasnya.
MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…
MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…
MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…
MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…
MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…