Rabu, 29 Juni, 2022

Ungkap Kronologi Penganiayaan Ade Armando, PIS Minta Pelaku Ditangkap

MONITOR, Jakarta – Pergerakan Indonesia Untuk Semua (PIS) membeberkan kronologi aksi penyerangan terhadap Ade Armando saat terjadi aksi mahasiswa di depan Gedung DPR, Senayan, Senin (11/4/2022).

Melalui Nong Darol Mahmada Sekjen PIS, mengatakan, sekira pukul 14.00 Ade Armando didampingi dua orang cameramen (Indra Jaya Putra dan Bambang T) dan dua penulis (Belmondo Scorpio dan Rama) melakukan peliputan aksi demo di Gedung DPR RI.

“Ade Armando dan tim datang melakukan peliputan atas nama Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS). Tujuannya untuk membuat konten youtube dan media sosial Gerakan PIS,” ujarnya dalam keterangannya yang diterima MONITOR, Selasa (11/4/2022).

Lanjutnya, pada awalnya tidak ada masalah, bahkan beberapa media massa mewawancarai Ade Armando. Kemudian pukul 15:35 WIB, tim menyepakati untuk menyudahi peliputan. Posisinya saat itu ada di depan pintu gerbang utama DPR.

- Advertisement -

“Pukul 15:38 tim mundur dari posisi semula dan menjauh dari massa demontrasi. Saat mundur beberapa orang massa di situ terlihat mengawasi dan saling berbisik diantara mereka,” terangnya.

Kemudian, pukul 15:40 tiba-tiba didatangi oleh seorang ibu-ibu tidak dikenal sambil memaki-maki. Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim.

Pukul 15:41 Ade Armando dan tim kemudian mundur ke dinding pagar DPR. Ia kemudian didatangi massa yang mendorong-dorong Ade Armando.

Kemudian Tim liputan bergeser ke sebelah kiri depan gedung DPR. Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif.

Beberapa saat kemudian dihampiri beberapa orang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang. Sebelumnya mereka mengepung Ade dan tim. Sepertinya pengepungan dilakukan untuk menutup penyerangan dari pantauan petugas.

“Anggota tim liputan berusaha melindungi Ade Armando yang terus menerus diserang dan dipukuli tapi tim kemudian terjatuh dan terpental,” bebernya.

Karena tidak mungkin bisa menolong, tim yang terpental mencari polisi untuk meminta pertolongan. Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan.

Setelah diamankan dan ditarik ke dalam gedung DPR oleh pihak kepolisian, Ade Armando mendapatkan penanganan dokter polisi pada jam 16:10.

“Kondisinya sadar, bisa berkomunikasi dan menghubungi keluarganya,” jelasnya.

Karena ada penyekatan massa, Ade Armando baru bisa dievakuasi dan sekitar jam 18:00 sampai ke RS.

Saat ini kondisi Ade Armando masih terus dalam pantauan dokter. Dia menderita luka serius di bagian wajah, kepala dan sekujur badannya. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ada pendarahan dalam di bagian kepala. Ade Armando beberapa kali muntah dengan mengeluarkan darah.

Kini tim kedokteran sedang berusaha menangani Ade Armando.

“Kami mengutuk keras perlakuan biadab terhadap Ade Armando. Perlakuan ini jelas menunjukan betapa kebiadaban telah menjadi pertunjukan yang memuakkan,” tandasnya.

“Kami juga berharap pihak aparat secepatnya menangkap pelaku penganiayaan terhadap Ade Armando. Sebab ini bukan insiden biasa. Ini adalah sejenis ancaman bagi siapa saja yang berusaha merawat akal sehat di Indonesia. Semoga Allah SWT melindungi bangsa ini dari semua pihak yang mau merusaknya,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER