Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera
MONITOR, Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mulai mengalami kendala. Pasalnya, dua konsorsium yang menjadi investor pembangunan megaproyek IKN Nusantara dikabarkan menyusul SoftBank yang batal membenamkan dananya untuk mengembangkan pusat pemerintahan baru di Pulau Kalimantan tersebut.
Merespon hal ini, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyarankan pemerintah perlu berhitung beban ekonomi jika memaksakan pembangunan masif, terlebih proyek ini sudah berpotensi bermasalah sejak awal.
“Ini jadi indikasi tidak mudah meyakinkan investor untuk proyek besar yang tidak punya sentimen ekonomi,” ujar Mardani Ali Sera dalam keterangannya, Selasa (29/3/2022).
Ia mengingatkan seperti adanya kepastian regulasi, kemudian infrastruktur dasar, dukungan Pemda hingga permintaan masyarakat. Anggota Komisi II DPR RI ini mempertayakan hal tersebut sudahkah terpenuhi.
Selain itu, ia menambahkan ada risiko politik dari proyek pembangunan IKN seperti belakangan ada kegaduhan mengenai perpanjangan masa jabatan presiden.
“Hal tersebut bisa membuat investor memilih wait and see karena dinamika politik dapat membuat proyek terhenti di tengah jalan,” pungkasnya.
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, memastikan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari…
MONITOR, Jakarta - Jaringan Muslim Madani (JMM) mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memperkuat ukhuwah,…
MONITOR, Jeddah – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperketat pengawasan serta pendampingan…
MONITOR, Bekasi - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Republik Indonesia Agus…
MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas pada periode arus…
MONITOR, Semarang – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa one…